Jumat, 24 April 2026

Berita Banda Aceh

Bukti Nyata Hasil Perdamaian, Hamid Awaluddin: Dulunya Mualem di Hutan Sekarang Jabat Gubernur

Hasil perdamaian antara Aceh dengan Republik Indonesia telah menghasilkan banyak perubahan dan ketentraman di Tanah Rencong. 

Editor: Misran Asri
Tim Humas Gubernur
SUASANA KEAKRABAN – Gubernur Aceh Muzakir Manaf saling tertawa bersama Mantan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Hamid Awaluddin, dalam pertemuan di Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (5/9/2025) kemarin.(Serambinews.com/Tim Humas Gubernur) 

Hasil perdamaian antara Aceh dengan Republik Indonesia telah menghasilkan banyak perubahan dan ketentraman di Tanah Rencong. 

Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh

PROHABA.CO, BANDA ACEH – Proses perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Republik Indonesia (RI) yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia, pada 2005 silam, melahirkan bukti yang nyata. 

Hal itu kembali dikenang oleh Hamid Awaluddin, mantan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) yang menggelar pertemuan di Meuligoe Gubernur Aceh, pada Jumat (5/9/2025) kemarin. 

Dalam pertemuan tersebut, Hamid yang kala itu bertugas sebagai perwakilan RI dalam proses penandatanganan MoU Helsinki, berharap perdamaian yang telah tercipta di Aceh senantiasa dijaga dan terus dirawat.

Pasalnya, kata Hamid Awaluddin, hasil perdamaian antara Aceh dengan Republik Indonesia telah menghasilkan banyak perubahan dan ketentraman di Tanah Rencong. 

“Waktu perang, warung kopi di Banda Aceh itu buka pukul 10.00 WIB dan tutup pukul 15.00 WIB atau 16.00 WIB. Sekarang Ulee Kareng sampai tengah malam, berarti ada manfaatnya perdamaian,” kata Hamid dikutip Serambinews.com dari postingan media sosial resmi Mualem, Sabtu (6/9/2025). 

Baca juga: Masa Damai Aceh Terpanjang di Dunia, Pernyataan Mualem pada Peringatan 2 Dekade Damai Aceh

Selain itu, lanjut dia, Mualem sebagai Gubernur Aceh saat ini juga merupakan salah satu bukti nyata dari hasil perdamaian yang lahir melalui Perjanjian Helsinki 2005 silam.

Menurut Hamid, proses demokrasi yang melahirkan Mualem sebagai pemimpin Aceh tidak bisa dilepaskan dari kesepakatan damai yang mengakhiri konflik bersenjata di Tanah Rencong.

“Pak Mualem atau panglima perang dulunya di hutan sekarang jadi gubernur, itu konkret hasilnya perdamaian,” kata Hamid Awaluddin,

Lebih lanjut, kata Hamid, hasil perdamaian juga menjadikan Aceh sebagai daerah yang berbeda dengan provinsi lain, di mana Aceh memiliki kekhususan dan sah diakui secara undang-undang. 

“Salah satu contohnya adalah mengangkat Kapolda Aceh, Kajati di Aceh tidak bisa di drop begitu saja. Harus seatas, seizin kepala pemerintahan, siapa kepala pemerintahan? Ya gubernur,” demikian Hamid Awaluddin.(*)

artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Hamid Awaluddin: Dulu Mualem di Hutan Sekarang jadi Gubernur, Bukti Konkret Hasil Perdamaian, https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/984711/hamid-awaluddin-dulu-mualem-di-hutan-sekarang-jadi-gubernur-bukti-konkret-hasil-perdamaian

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved