Berita Banda Aceh
Co-Founder ESAS dan Alumni IPB Aceh Dorong Hutan Kota Tibang Jadi Kebun Raya
“Ke depan, kawasan ini tidak hanya menjadi paru-paru kota dan ruang rekreasi, tetapi juga pusat edukasi melalui koleksi tanaman representatif
PROHABA.CO, BANDA ACEH – Yayasan Empu Sendok Art Science (ESAS) bersama Himpunan Alumni IPB Aceh mendorong transformasi Hutan Kota Tibang di Banda Aceh menjadi kebun raya kota.
Gagasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Penanaman Pohon APEKSI Wilayah I yang berlangsung pada Senin (21/4/2026), sebagai upaya memperkuat ketahanan lingkungan perkotaan sekaligus meningkatkan fungsi edukasi, konservasi, dan sosial ruang terbuka hijau.
Inisiatif ini mendapat dukungan dari Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.
Ia menyatakan komitmennya untuk mengawal pengembangan kebun raya melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga dapat menjadi model pengelolaan kawasan hijau di wilayah pesisir.
Co-Founder ESAS, Felia Salim, mengatakan pendekatan art-science yang diusung bertujuan membangun kesadaran ekologis melalui pengalaman ruang yang edukatif dan inspiratif.
Ia juga mengingatkan keterlibatannya dalam inisiasi pembangunan Hutan Kota Tibang pada 2010–2016 saat menjabat di Bank BNI.
“Ke depan, kawasan ini tidak hanya menjadi paru-paru kota dan ruang rekreasi, tetapi juga pusat edukasi melalui koleksi tanaman representatif serta learning hub bertema bumi sehat, asupan sehat, dan lingkungan sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Himpunan Alumni IPB Aceh menekankan pentingnya perencanaan berbasis keilmuan dalam pengembangan kebun raya, meliputi konservasi biodiversitas, penelitian, serta pengembangan tanaman khas Aceh.
“Inisiatif ini diharapkan menjadi model pengelolaan hutan kota yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran, konservasi, dan rekreasi berbasis alam,” ujar perwakilan Alumni IPB Aceh.
Sebagai tindak lanjut, perumusan rencana detail dilakukan di Hotel The Pade guna memastikan pengembangan yang terstruktur dan berbasis kajian ilmiah.
Hutan Kota Tibang dinilai memiliki potensi ekologis dan spasial yang strategis untuk dikembangkan menjadi kebun raya, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang terbuka hijau yang berkualitas.
Pengembangan ini juga diyakini memberi manfaat langsung, seperti menurunkan suhu kawasan hingga 2–3 derajat Celsius melalui peningkatan tutupan vegetasi, serta mendukung konsep Bumi Sehat Asupan Sehat yang berfokus pada pemulihan ekosistem dan penguatan pangan lokal.
Kegiatan penanaman pohon tersebut menjadi langkah awal dalam merealisasikan visi pengembangan kebun raya kota, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan.(hba)
| Polda Aceh Serahkan Tersangka Kasus Ujaran Kebencian di Media Sosial ke Kejaksaan |
|
|---|
| Kesempatan bagi Warga Aceh! PTSL 2026 Dibuka, Segera Daftarkan Tanahnya Sebelum Timbul Sengketa |
|
|---|
| Muhammad Irsan Resmi Jabat Kepala Balai Bahasa Aceh, Dorong Penguatan Bahasa dan Budaya Aceh |
|
|---|
| Mualem: Penyesuaian JKA Tak Ubah Komitmen Keadilan Sosial dan Nilai Perjuangan |
|
|---|
| Harga BBM Naik di Aceh, Aktivitas Bus Antarprovinsi Tetap Beroperasi Normal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Wali-Kota-Banda-Aceh-Illiza-Saaduddin-Djamal-mendampingi-Co-Founder-ESAS-Felia-Salim.jpg)