Senin, 4 Mei 2026

Kegiatam Dekranasda Aceh Besar

Syech Muharram Tinjau Galeri dan Rumah Produksi UMKM Dekranasda Aceh Besar

Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris  atau Syech Muharram, meninjau galeri dan rumah produksi UMKM Aceh Besar

Tayang:
Editor: Jamaluddin
DOK PROKOPIM PEMKAB ACEH BESAR
TINJAU GALERI DEKRANASDA - Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris, didampingi Ketua Dekranasda Aceh Besar, Hj Rita Mayasari, dan Ketua DWP Aceh Besar, Nurbaiti, meninjau galeri Dekranasda di Kompleks Gedung Dekranasda Aceh Besar, kawasan Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, pada Selasa (16/9/2025). 

Profil Singkat Dekranasda Aceh Besar

Dekranasda Aceh Besar merupakan organisasi yang dibentuk di tingkat kabupaten/kota sebagai bagian dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). 

Fungsi utamanya adalah: membina, melestarikan, dan mengembangkan kerajinan daerah; mendorong peningkatan kualitas produk kerajinan masyarakat agar memiliki daya saing, baik di pasar lokal, nasional, maupun internasional; serta memberikan wadah bagi pengrajin, UMKM, serta pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan keterampilan dan pemasaran produk.

Selain itu, Dekranasda juga menjadi mitra pemerintah daerah dalam upaya pelestarian seni budaya, termasuk produk khas Aceh Besar.

Biasanya, ketua dekranasda di tingkat kabupaten/kota dijabat oleh istri bupati/wali kota. 

Di Aceh Besar, Dekranasda fokus pada kerajinan khas seperti anyaman, bordir, songket, ukiran, hingga produk makanan tradisional yang bernilai budaya dan ekonomi.

Dekranasda Aceh Besar berdiri pada 3 Maret 1980. 

Di tingkat daerah, Dekranasda hadir untuk mendukung pengrajin lokal sekaligus melestarikan warisan budaya.
Seiring perkembangan zaman, Dekranasda Aceh Besar bukan hanya bergerak pada sektor kerajinan tradisional, tapi juga merambah ke industri kreatif modern yang tetap berakar pada kearifan lokal.

Adapun program unggulan Dekranasda Aceh Besar, antara lain, pelatihan dan pembinaan perajin dengan  mengadakan workshop keterampilan (tenun, bordir, anyaman, ukiran, dan batik Aceh); serta memberikan bimbingan tentang desain dan inovasi agar produk sesuai dengan kebutuhan pasar.

Kemudian, mengembangkan UMKM dan ekonomi kreatif dengan cara membantu perajin memperoleh akses permodalan serta mendorong sertifikasi halal, hak cipta, atau hak merek produk.

Selanjutnya, promosi dan pameran produk yang dilakukan dengan mengikuti pameran di tingkat daerah, nasional, dan bahkan internasional; serta membuka gallery atau gerai Dekranasda Aceh Besar sebagai etalase produk lokal.

Kemudian, pelestarian budaya lokal melalui pelestarian kerajinan khas Aceh Besar seperti songket, kasab bordir, dan anyaman pandan; serta menghidupkan kembali motif tradisional yang mulai jarang digunakan.

Program unggulan terakhir dari Dekranasda Aceh Besar adalah digitalisasi pemasaran.

Program ini dilakukan dengan membantu perajin masuk ke platform digital (marketplace dan media sosial) agar produk lebih dikenal luas.

Adapun peran strategisnya adalah, Dekranasda Aceh Besar berfungsi sebagai jembatan antara pengrajin- pemerintah-masyarakat-pasar, sehingga produk lokal tidak hanya menjadi identitas budaya, tapi juga sumber peningkatan ekonomi masyarakat.

Singkatnya, Dekranasda Aceh Besar adalah wadah penting untuk melestarikan budaya sekaligus mendorong ekonomi kreatif masyarakat Aceh Besar. (*)

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved