Rabu, 8 April 2026

Berita Banda Aceh

Gubernur Aceh Minta Pembangunan BLK Spesifikasi Khusus ke Menaker

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, secara resmi mengajukan permohonan kepada Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli,

Editor: Muliadi Gani
DOK BIRO ADPIM SETDA ACEH
SAMBUT MENAKER - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassirlie dan Istri serta rombongan disambut Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dan Istri, Marlina Usman serta Sekda Aceh, M Nasir, dan kepala dinas terkait dengan silaturahmi dan jamuan makan siang di Restoran Pendopo gubernur Aceh, pada Kamis (25/9/2025). 

Laporan Indra Wijaya l Banda Aceh

PROHABA.CO, BANDA ACEH  – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, secara resmi mengajukan permohonan kepada Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, untuk membangun Balai Latihan Kerja (BLK) dengan spesifikasi khusus di Aceh.

Permintaan tersebut disampaikan Mualem dalam pertemuan dan jamuan makan siang bersama Menaker dan rombongan di restoran Pendopo Gubernur Aceh, Kamis (25/9/2025).

Selain secara lisan, permintaan itu juga dituangkan dalam surat resmi bernomor 500.15.2/9362.

Dalam surat tersebut, Gubernur menyampaikan pentingnya keberadaan BLK spesifikasi khusus untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja siap pakai di sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, dan migas, terutama untuk posisi operator serta teknisi alat berat dan alat pertanian.

“Sebagai upaya mempersiapkan kualitas SDM yang siap pakai, kami harapkan bantuan Bapak Menteri Yassierli untuk menghadirkan BLK Spesifikasi Khusus di Aceh,” ujar Mualem.

Pemerintah Aceh juga telah menyiapkan lahan seluas sekitar 5 hektare di Aceh Besar sebagai lokasi pembangunan fasilitas tersebut.

Baca juga: Mualem Minta Dukungan Menteri PPN untuk Pembangunan Terowongan Geurutee

Gubernur berharap usulan ini segera ditindaklanjuti dalam bentuk pertemuan teknis dan kunjungan lapangan oleh pihak kementerian.

Menanggapi permintaan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, menyatakan dukungannya dan akan membahas lebih lanjut dengan jajaran Direktorat Jenderal di Kemenaker.

“Insyaallah akan kita kabari.

Tapi dari Kemenaker sendiri, kita sudah punya komitmen untuk membantu permintaan tersebut,” kata Yassierli.

Ia menegaskan bahwa pelatihan yang akan dilakukan melalui BLK harus memiliki arah yang jelas dan selaras dengan kebutuhan industri.

“Jangan sampai pelatihan hanya sekadar dilakukan, tapi tidak jelas penyerapannya,” ujarnya.

Yassierli juga menyoroti bahwa angka pengangguran di Aceh tidak tergolong tinggi, serta menilai balai pelatihan kerja yang sudah ada di Aceh memiliki kualitas luar biasa.

Namun demikian, pihaknya akan menelaah lebih jauh kebutuhan spesifik yang diajukan Pemprov Aceh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved