Kamis, 30 April 2026

Berita Bireuen

Nelayan Temukan Mortir Diduga Peninggalan Konflik di Pantai Kuala Raja Bireuen

Sebuah benda mencurigakan yang diduga merupakan mortir peninggalan masa konflik ditemukan oleh seorang nelayan di Desa Kuala Raja, Kecamatan Kuala,

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
ISTIMEWA
PENEMUAN MORTIR - Sebuah benda mencurigakan yang diduga merupakan mortir peninggalan masa konflik ditemukan oleh seorang nelayan di Desa Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, pada Minggu pagi (5/10/2025). mortit tersebut diduga barang peninggalan masa konflik.  

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

PROHABA.CO, BIREUEN – Sebuah benda mencurigakan yang diduga merupakan mortir peninggalan masa konflik ditemukan oleh seorang nelayan di Desa Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, pada Minggu pagi (5/10/2025).

Benda tersebut ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh Abdussalam (32), warga setempat, saat kembali dari melaut.

Ia melihat benda menyerupai logam di pinggir sungai, tidak jauh dari lokasi proyek penimbunan tanah, sekitar 100 meter dari dermaga Pantai Kuala Raja.

“Setelah saya dekati dan ambil, ternyata bentuknya seperti mortir,” ujar Abdussalam dikutip dari Serambinews.com pada Minggu (5/10/2025).

Benda berukuran sekitar 20 cm dengan diameter sedikit lebih besar dari botol air mineral itu memiliki ujung yang menyerupai jantung pisang ciri khas mortir. 

Menyadari potensi bahaya, Abdussalam bersama rekannya, M. Nasir (46), segera mengamankan benda tersebut ke area taman Pantai Kuala Raja dan melaporkannya ke Polsubsektor Kuala.

Menurut M. Nasir, meskipun benda tersebut telah berkarat, belum dapat dipastikan apakah masih aktif atau tidak.

Baca juga: Warga Lhoong Aceh Besar Temukan Mortir Aktif, Tim Jibom Lakukan Disposal 

Baca juga: Warga Kajhu Aceh Besar Digegerkan dengan Penemuan Bom Diduga Peninggalan Belanda

Mereka khawatir karena lokasi penemuan berada di sekitar area proyek pembangunan kawasan wisata yang cukup ramai.

“Kami amankan dulu agar tidak membahayakan orang lain,” ujar Nasir.

Keuchik Gampong Kuala Raja, Hendra Cipta, saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa benda tersebut sebenarnya sudah ditemukan sejak tahun 2023, namun belum ada penanganan resmi dari pihak berwenang.

“Itu memang temuan lama, belum diamankan secara resmi. Kami akan segera koordinasi agar benda tersebut tidak membahayakan warga,” ujarnya.

Dengan adanya temuan ini, warga diimbau untuk lebih waspada, khususnya di area proyek dan sekitar aliran sungai.

Pemerintah desa juga berharap pihak terkait segera melakukan identifikasi dan evakuasi untuk memastikan keamanan masyarakat.

Penemuan ini menjadi pengingat bahwa sisa-sisa konflik masa lalu masih dapat muncul di tengah aktivitas warga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved