Khutbah Jumat
Musibah, Ujiankah atau Azab?
Orang yang menganggap bahwa musibah sebagai azab dengan mengaitkan musibah dengan kebijakan yang disengaja untuk merusak alam
Mukaddimah
Hujan ekstrem dan badai di akhir November 2025 menyebabkan banjir bandang dan longsor besar di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurut data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) banjir dan longsor telah memorak-porandakan ribuan fasilitas publik.
Banyak wilayah terisolasi seperti di Aceh, akses ke Bener Meriah dan Aceh Tengah terputus total.
Jembatan rusak di puluhan lokasi, jalan putus, serta longsor di banyak titik.
Dari data yang sama menyebut kan total korban tewas akibat bencana banjir bandang dan longsor di ketiga provinsi di atas mencapai 914 orang dan masih banyak korban hilang yang belum tercatat, misalnya 389 orang hilang di Aceh.
Musibah ujian atau azab?
Seiring dengan terjadin ya musibah ini, banyak yang mengatakan bahwa itu sebagai ujian.
Namun, juga tidak sedikit yang berpendapat itu sebagai azab.
Orang yang menganggap bahwa musibah sebagai azab dengan mengaitkan musibah dengan kebijakan yang disengaja untuk merusak alam untuk berbagai kepentingan dan kerakusan manusia, serta dihubungkan dengan banyak orang muslim meninggalkan shalat, berbuat mabuk, narkoba, zina, curang dalam timbangan, makan riba, menipu, menyakiti tetangga, merampas hak orang lain, korupsi, dan berbagai kemungkaran yang dilakukan secara sengaja dan secara angkuh di hadapan Allah Swt.
Namun, sebagian lain menilainya sebagai ujian, dengan mengaitkan bahwa negeri Aceh adalah negeri syariat yang ditata dengan hukum yang berlandaskan syariat Allah Swt.
Manakah yang benar dari keduanya?
Musibah menurut ulama
Para ulama sepakat bahwa setiap musibah tidak bisa langsung dipastikan sebagai azab, kecuali bila ada ‘nash’ (dalil khusus) dan itu tidak berlaku untuk zaman setelah Nabi Muhammad saw.
Seperti unkapan Imam Ibn Taimiyah dalam Majmû‘ al-Fatâwâ (14/305), “Musibah bagi orang beriman adalah rahmat dan penghapusan dosa, sedangkan bagi orang kafir adalah azab.
Dan musibah itu sendiri tidak bisa dipastikan statusnya, karena tergantung keadaan pelakunya.”
Musibah bisa menjadi azab, bila ditimpakan kepada kaum yang membangkang, disertai penegasan dari nabi atau wahyu Allah Swt.
Seperti musibah yang Allah Swt timpakan kepada kaum ‘Ad dengan angin kencang, kaum Tsamud dengan petir, dan kaum Nuh dengan banjir besar disertai dengan wahyu Allah Swt dalam Surah Ali Imran ayat 11, “Allah menghukum mereka karena dosa-dosa mereka.
| Pentingnya Berbakti kepada Orang Tua |
|
|---|
| Khutbah Jum'at oleh Abana Rahmat Fajri : Jangan Lupa Memikirkan Cara Pulang yang Terbaik |
|
|---|
| Khutbah Jum'at oleh Abi Yusuf Ahmad : Berburu Pahala di Bulan yang Penuh Berkah |
|
|---|
| Menegakkan Nilai Al-Quran di Tanah Para Syuhada |
|
|---|
| Khutbah Jum'at oleh Tgk Dr Syadidul Kahar MPd : Membumikan Pilar Peradaban Islam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/khutbah-121125.jpg)