Berita Pidie

Warga Tangse Naik Gunung, Buru Beko Penambang Emas Ilegal

Massa dari perwakilan Desa di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie,tersebut  melakukan aksi besar-besaran memburu alat berat (beko) yang diduga digunakan

Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
BURU PENAMBANG ILEGAL - Massa di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Sabtu (27/12/2025), memburu alat berat beko yang melakukan aktivitas penambangan emas ilegal di pegunungan kecamatan tersebut. Puluhan warga yang terdiri dari perwakilan Desa Pulo Mesjid Satu, Pulo Mesjid Dua, dan Neubok Badeuk melakukan aksi menuju kawasan Pegunungan Tangse untuk menghentikan aktivitas tambang emas ilegal dan praktik illegal logging. 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan warga dari beberapa desa di Kecamatan Tangse melakukan perjalanan enam jam ke pegunungan untuk menghentikan aktivitas tambang emas ilegal dan illegal logging.
  • Warga tidak menemukan beko, tetapi mendapati camp kosong serta pohon-pohon besar yang sudah dirubuhkan alat berat di sekitar aliran sungai.
  • Warga menegaskan akan mengambil tindakan keras jika kembali menemukan aktivitas tambang emas ilegal, karena khawatir akan dampak banjir besar akibat kerusakan hutan.

 

PROHABA.CO, SIGLI -  Kemarahan warga Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, akhirnya memuncak.

Pada Sabtu (27/12/2025), sekitar puluhan warga yang terdiri dari perwakilan Desa Pulo Mesjid Satu, Pulo Mesjid Dua, dan Neubok Badeuk melakukan aksi menuju kawasan Pegunungan Tangse untuk menghentikan aktivitas tambang emas ilegal dan praktik illegal logging.

Massa dari perwakilan Desa di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie,tersebut  melakukan aksi besar-besaran memburu alat berat (beko) yang diduga digunakan untuk aktivitas tambang emas ilegal di kawasan pegunungan Tangse.

Aksi ini bukanlah hal yang mudah.

Warga harus menempuh perjalanan selama enam jam dengan berjalan kaki menembus hutan belantara dan jalur pegunungan yang terjal.

Tujuan mereka jelas, mencari ekskavator yang selama ini disebut-sebut mengeruk tanah untuk mendapatkan batuan mengandung emas.

Namun, setelah sampai di lokasi yang dituju, massa tidak menemukan keberadaan beko yang dicari.

Pemicu Aksi Massa

Gerakan warga Tangse ini dipicu oleh beredarnya dua video di media sosial.

Video pertama berdurasi tiga menit memperlihatkan puluhan warga berdiri di tanah kosong yang diapit hutan belantara.

Dalam video tersebut, Keuchik Pulo Mesjid Dua tampil memberikan pernyataan resmi mewakili masyarakat Desa Pulo Mesjid Satu, Pulo Mesjid Dua, Neubok Badeuk, serta Mukim Pulo Mesjid.

Ia menegaskan bahwa masyarakat menolak keras aktivitas tambang emas ilegal menggunakan alat berat.

Video kedua berdurasi 3 menit 24 detik memperlihatkan warga berjalan kaki menyusuri jalur yang diduga menjadi lintasan beko.

Dalam rekaman itu, warga menemukan sebuah camp kosong yang diduga milik penambang emas ilegal.

Camp tersebut hanya menyisakan tiang dan penahan atap, menandakan bahwa para pelaku tambang telah meninggalkan lokasi.

Baca juga: Pemerintah Aceh Keluarkan Instruksi Gubernur Terkait Tambang Ilegal

Baca juga: Mahasiswa Demo di DPRK Pidie, Aktivitas Tambang Emas Ilegal Disorot

Temuan di Lapangan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved