Minggu, 31 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Gelar Aksi di DPRA, Mahasiswa Tuntut Status Bencana Nasional untuk Aceh

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Aceh Bergerak menggelar aksi demonstrasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Banda Aceh

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Serambinews.com/Sara Masroni  
DEMONSTRASI - Mahasiswa peserta aksi masuk ke halaman Gedung DPRA saat demonstrasi menuntut status Bencana Nasional, Banda Aceh, Selasa (30/12/2025). Aksi ini dilakukan untuk menuntut agar status bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera, khususnya Aceh, segera ditetapkan sebagai Bencana Nasional. Serambinews.com/Sara Masroni   

Ringkasan Berita:

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Aceh Bergerak menggelar aksi demonstrasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Banda Aceh, pada Selasa (30/12/2025). 

Aksi ini dilakukan untuk menuntut agar status bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera, khususnya Aceh, segera ditetapkan sebagai Bencana Nasional.

Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Aceh berkonvoi dari Stadion Haji Dimurthala Lampineung menuju Gedung DPRA.

Mereka menggunakan satu unit mobil bak terbuka dan puluhan sepeda motor sebagai simbol kebersamaan dalam menyuarakan aspirasi.

Sepanjang perjalanan, yel-yel perjuangan menggema, menandakan keseriusan mereka dalam memperjuangkan nasib masyarakat yang terdampak bencana.

Koordinator aksi, Ali Hasyimi, dalam orasinya menegaskan bahwa penetapan status Bencana Nasional sangat penting.

Menurutnya, proses pemulihan pasca bencana diperkirakan akan memakan waktu lebih dari lima tahun jika tidak segera ditetapkan.

Ia menggambarkan kondisi rakyat Aceh yang harus tidur di tenda berlumpur dan kekurangan makanan sebagai bukti nyata urgensi penanganan cepat.

Baca juga: Pansus DPRA Ungkap Dugaan Persekongkolan dalam Penerbitan IUP Tambang di Aceh

“Sampai kapan kita biarkan kawan-kawan kita menderita?

Tetapkan segera status Bencana Nasional,” serunya lantang.

Dalam petisi yang dibacakan, mahasiswa mendesak DPRA segera menyurati pemerintah pusat.

Mereka memberi tenggat waktu 3x24 jam.

Jika tuntutan tidak ditindaklanjuti, Aliansi Aceh Bergerak berjanji akan kembali dengan jumlah massa yang lebih besar. 

Ali juga mengingatkan bahwa dalam dua bulan ke depan masyarakat akan memasuki bulan suci Ramadhan, sehingga penanganan korban bencana harus segera dilakukan agar tidak semakin menyulitkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved