Selasa, 28 April 2026

Pelantikan Kepala Sekolah

Lantik 201 Kepala SMA, Sekda Aceh: Kepala Sekolah Adalah Pemimpin Pembelajaran

Pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir, SIP, MPA, atas nama Gubernur Aceh Muzakir Manaf, melantik 201 kepala SMA

Editor: Muliadi Gani
Tangkapan Layar YouTube ABC News/serambinews  
PELANTIKAN KEPALA SMA - Sekda Aceh, Muhammad Nasir SIP, MPA (kiri) bersama Plt Kadisdik Aceh, Muthalamuddin SPd MSP, dan Kabid Pembinaan SMA dan PKLK, Syarwan Joni SPd MPd menyaksikan penandatanganan berita acara serah terima pelantikan kepala SMA/SMK/SLB Se-Aceh di Anjong Mon Banda Aceh, Senin (26/1/2026). (Tangkapan Layar YouTube ABC News/serambinews)   

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Aceh melantik 201 Kepala SMA, SMK, dan SLB dari 23 kabupaten/kota sebagai bagian penataan manajemen pendidikan menengah.
  • Pelantikan tahap pertama tidak mencakup sekolah penerima program revitalisasi 2025, guna menjaga kelancaran pelaksanaan program.
  • Sekda Aceh menegaskan kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dan garda terdepan memastikan anak usia sekolah kembali mengenyam pendidikan formal.

 

PROHABA.CO -  Pemerintah Aceh melaksanakan pengambilan sumpah dan pelantikan 201 Kepala SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Aceh. 

Pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir, SIP, MPA, atas nama Gubernur Aceh Muzakir Manaf, melantik 201 kepala SMA, SMK, dan SLB yang berasal dari 23 kabupaten/kota di Aceh.

Pelantikan massal tersebut berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Aceh, Banda Aceh, Senin (26/1/2026), sejak siang hingga petang.

Kegiatan ini turut disaksikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, SPd, MSP, Kepala Badan Kepegawaian Aceh Abdul Qahar, sejumlah anggota DPRA, serta beberapa pejabat eselon III di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh.

Dalam sambutannya, Sekda Aceh menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari langkah penataan manajemen pendidikan menengah di Aceh, dengan fokus memperkuat kepemimpinan di tingkat sekolah.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut bertujuan untuk memastikan program revitalisasi sekolah dapat berjalan optimal tanpa terganggu oleh pergantian pimpinan sekolah pada tahap awal pelaksanaan.

Baca juga: Sekda Aceh dan Rombongan Terjebak Longsor di Gayo Lues saat Antar Bantuan

Sekda menambahkan, kepala sekolah dari satuan pendidikan yang menerima program revitalisasi tahun 2025 belum dilibatkan dalam pelantikan gelombang pertama ini.

“Mereka dijadwalkan mengikuti rotasi dan pelantikan tahap kedua setelah evaluasi awal program dilakukan,” ujar Muhammad Nasir.

Pelantikan tahap pertama ini mencakup mayoritas kepala SMA, SMK, dan SLB negeri di Aceh yang sekolahnya tidak termasuk dalam program revitalisasi.

Langkah ini dinilai strategis untuk melakukan penyegaran kepemimpinan sekaligus memperkuat tata kelola pendidikan menengah.

“Program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari agenda nasional dan daerah yang meliputi pembenahan sarana dan prasarana, penguatan manajemen sekolah, serta peningkatan kualitas proses pembelajaran, khususnya di SMK,” jelas Sekda.

Ia menegaskan bahwa kepala sekolah pada satuan pendidikan penerima revitalisasi perlu fokus penuh dalam mendampingi pelaksanaan program tersebut.

Baca juga: Wakil Bupati Muchsin Hasan Sidak ke RSUD Datu Beru, Ini Pengharapannya kepada Tenaga Medis

Pemimpin Pembelajaran

Sekda Aceh juga mengingatkan bahwa jabatan kepala sekolah merupakan amanah besar.

“Bapak dan Ibu adalah pemimpin pembelajaran sekaligus teladan bagi seluruh warga sekolah dalam membangun budaya belajar yang sehat, disiplin, inklusif, dan berorientasi pada masa depan,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved