Minggu, 3 Mei 2026

Berita Aceh Utara

Dua Bulan Pasca Banjir, Dusun Sarah Raja Aceh Utara Masih Gelap Gulita

Dusun Sarah Raja, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, yang hingga kini masih terisolasi dan mengalami keterbatasan akses

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
LISTRIK PADAM - Ilustrasi listrik padam. Salah satunya adalah Dusun Sarah Raja, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, yang hingga kini masih terisolasi dan mengalami keterbatasan akses kebutuhan dasar. Suplai listrik di daerah tersebut hingga kini belum kembali normal sejak banjir besar melanda wilayah tersebut akhir November 2025. (Serambinews.com/HO) 

Ringkasan Berita:
  • Dusun Sarah Raja di Aceh Utara belum kembali menikmati aliran listrik sejak banjir besar pada November 2025, meski sudah lebih dari dua bulan berlalu.
  • Warga terpaksa menggunakan genset dan lampu tenaga surya untuk penerangan, sehingga harus menanggung biaya tambahan membeli bahan bakar di tengah kondisi ekonomi yang sulit pascabanjir.
  • Masyarakat berharap pemulihan jaringan listrik segera dilakukan, karena keterbatasan listrik menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari.

 

PROHABA.CO, ACEH UTARA -  Hampir dua bulan setelah banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah wilayah Aceh, pada akhir November 2025 lalu, sebagian daerah terdampak masih belum sepenuhnya pulih.

Salah satunya adalah Dusun Sarah Raja, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, yang hingga kini masih terisolasi dan mengalami keterbatasan akses kebutuhan dasar.

Suplai listrik di Dusun Sarah Raja, Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, hingga kini belum kembali normal sejak banjir besar melanda wilayah tersebut.

Padahal, bencana itu telah berlalu lebih dari dua bulan, namun warga masih hidup dalam kegelapan.

Seorang pimpinan dayah sekaligus guru mengaji, Tgk Muslem, mengungkapkan bahwa listrik di dusun tersebut padam sejak banjir dan belum juga pulih hingga 9 Februari 2026.

“Sejak banjir sampai sekarang listrik belum hidup.

Baca juga: Sebulan Pascabanjir Aceh Utara, Jaringan Telekomunikasi Belum Pulih di 12 Kecamatan

Warga terpaksa menggunakan genset untuk penerangan pada malam hari,” kata Tgk Muslem dikutip Serambinews.com, Senin (9/2/2026).

Muslem yang rutin mengisi pengajian di dusun itu menyebut kondisi masyarakat sangat memprihatinkan.

Desa-desa lain di Kecamatan Langkahan sudah kembali menikmati aliran listrik sejak awal tahun, namun Dusun Sarah Raja masih bergantung pada generator dan lampu tenaga surya.

Keuchik Leubok Pusaka, Janni, berharap pemulihan jaringan listrik segera dilakukan.

Ia menjelaskan bahwa selama lebih dari dua bulan terakhir, warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bahan bakar demi menyalakan generator setiap malam.

Selama lebih dari dua bulan terakhir, warga korban banjir hanya mengandalkan mesin generator dan lampu tenaga surya untuk kebutuhan penerangan.

“Masalah kami cuma listrik saja yang belum menyala.

Kami harap bisa dipercepat,” ujar Janni.

Baca juga: Istri Tahanan Ungkap Dugaan Pelanggaran Oknum Polisi Polres Sikka, Tawarkan Fasilitas Layanan Hotel

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved