Berita Aceh Singkil
Puluhan Santri Pesantren Aceh Singkil Dirawat Usai Konsumsi Menu MBG
Puluhan santri Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, Desa Bukti Harapan,Kecamatan Gunung Meriah, harus menjalani perawatan di RSUD Aceh Singkil
Ringkasan Berita:
- Puluhan santri Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil dirawat di RSUD Aceh Singkil setelah mengalami gejala sakit perut, mual, muntah, dan pusing, diduga usai menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG).
- Sebanyak 32 santri dan 1 ustadz menjalani perawatan, sementara pihak pesantren menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebabnya.
- Pimpinan pesantren Hj Asmawati berharap santri segera pulih, menegaskan pola makan santri diatur pondok, dan meminta perhatian terhadap kualitas makanan.
PROHABA.CO, ACEH SINGKIL - Puluhan santri Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, Desa Bukti Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, harus menjalani perawatan di RSUD Aceh Singkil setelah mengalami gejala sakit perut, pusing, mual, dan muntah.
Peristiwa ini terjadi Rabu (11/2/2026) malam, diduga usai menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG) yang biasanya diberikan kepada santri setiap siang hari.
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, Hj Asmawati, saat ditemui, Kamis (12/2/2026) menyampaikan kronologis kejadian yang menimpa santrinya.
Menurut pimpinan pesantren, Hj Asmawati, gejala mulai muncul selepas pengajian sore dan shalat ashar.
"Sekitar jam lima sore mereka muntah.
Awalnya ia mengira santri hanya mengalami masuk angin, namun jumlah yang muntah semakin banyak hingga mencapai puluhan orang.
Khawatir kondisi semakin memburuk, pihak pesantren segera meminta bantuan ambulan dari perusahaan perkebunan PT Nafasindo serta meminjam kendaraan dari SPPG Yayasan Nasabe Sajan Yatim tetangga untuk membawa santri ke rumah sakit.
"Setelah shalat magrib ada yang menyusul juga dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
Baca juga: Polres Lhokseumawe Bersama TNI Ungkap Sindikat Curanmor, 7 Pelaku Diamankan
Terkait sakitnya para santri diduga usia konsumsi menu MBG, Hj Asmawati mengaku tidak mau berspekulasi.
Hj Asmawati menuturkan, santri biasanya menerima menu MBG sekitar pukul 10.00 WIB, namun baru disantap setelah shalat Zuhur.
Ia menegaskan tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab sakit para santri sebelum hasil laboratorium keluar.
“Kalau masalah kena keracunan atau tidak saya tidak berani menduga.
Karena pertama hasil lab belum keluar,” ujarnya.
Berdasarkan catatan pesantren, sebanyak 32 santri dan seorang ustadz dirawat di RSUD Aceh Singkil.
Berita Aceh Singkil
Menu MBG
MBG
Makan Bergizi Gratis (MBG)
Keracunan MBG
santri keracunan
Keracunan
program mbg
santri
Aceh Singkil
Prohaba.co
Prohaba
| Mobil Dinas Wakil Bupati Aceh Singkil Terlibat Kecelakaan, Tidak Ada Korban Jiwa |
|
|---|
| Camat di Aceh Singkil Nekat Berorasi di Depan Kantor DPRK, Tuntut APBK 2026 Segera Disahkan |
|
|---|
| Waspada! Jalan Danau Paris Aceh Singkil Rawan Longsor Jelang Arus Mudik |
|
|---|
| Massa Desak Dewan Anulir Interpelasi Bupati Safriadi, Anggota DPRK Jadi Heran |
|
|---|
| Massa Berpita Kuning Geruduk Kantor DPRK Aceh Singkil, Desak Pengesahan APBK 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Santri-Pondok-Pesantren-Daarul-Musthofa-As-Singkil-dirawat-di-RSUD-Aceh-Singkil-keracunan-MBG.jpg)