Kamis, 4 Juni 2026

Berita Aceh Singkil

Puluhan Santri Pesantren Aceh Singkil Dirawat Usai Konsumsi Menu MBG

Puluhan santri Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, Desa Bukti Harapan,Kecamatan Gunung Meriah, harus menjalani perawatan di RSUD Aceh Singkil

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI  
SANTRI DIRAWAT - Santri Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, di Desa Bukti Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil, lantaran sakit diduga usai santap menu MBG, Kamis (12/2/2026). (Serambinews.com/Dede Rosadi) 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan santri Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil dirawat di RSUD Aceh Singkil setelah mengalami gejala sakit perut, mual, muntah, dan pusing, diduga usai menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG).
  • Sebanyak 32 santri dan 1 ustadz menjalani perawatan, sementara pihak pesantren menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebabnya.
  • Pimpinan pesantren Hj Asmawati berharap santri segera pulih, menegaskan pola makan santri diatur pondok, dan meminta perhatian terhadap kualitas makanan.

 

PROHABA.CO, ACEH SINGKIL - Puluhan santri Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, Desa Bukti Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, harus menjalani perawatan di RSUD Aceh Singkil setelah mengalami gejala sakit perut, pusing, mual, dan muntah.

Peristiwa ini terjadi Rabu (11/2/2026) malam, diduga usai menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG) yang biasanya diberikan kepada santri setiap siang hari.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, Hj Asmawati, saat ditemui, Kamis (12/2/2026) menyampaikan kronologis kejadian yang menimpa santrinya.

Menurut pimpinan pesantren, Hj Asmawati, gejala mulai muncul selepas pengajian sore dan shalat ashar. 

"Sekitar jam lima sore mereka muntah. 

Awalnya ia mengira santri hanya mengalami masuk angin, namun jumlah yang muntah semakin banyak hingga mencapai puluhan orang.

Khawatir kondisi semakin memburuk, pihak pesantren segera meminta bantuan ambulan dari perusahaan perkebunan PT Nafasindo serta meminjam kendaraan dari SPPG Yayasan Nasabe Sajan Yatim tetangga untuk membawa santri ke rumah sakit.

"Setelah shalat magrib ada yang menyusul juga dibawa ke rumah sakit," ujarnya. 

Baca juga: Polres Lhokseumawe Bersama TNI Ungkap Sindikat Curanmor, 7 Pelaku Diamankan

Terkait sakitnya para santri diduga usia konsumsi menu MBG, Hj Asmawati mengaku tidak mau berspekulasi. 

Hj Asmawati menuturkan, santri biasanya menerima menu MBG sekitar pukul 10.00 WIB, namun baru disantap setelah shalat Zuhur.

Ia menegaskan tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab sakit para santri sebelum hasil laboratorium keluar.

“Kalau masalah kena keracunan atau tidak saya tidak berani menduga.

Karena pertama hasil lab belum keluar,” ujarnya.

Berdasarkan catatan pesantren, sebanyak 32 santri dan seorang ustadz dirawat di RSUD Aceh Singkil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved