Berita Simeulue
Buaya 4 Meter Ditangkap Warga Simeulue Usai Mangsa Pencari Kerang
Seekor buaya sepanjang sekitar empat meter yang memangsa seorang pencari kerang di Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue,
Ringkasan Berita:
- Seekor buaya sepanjang 4 meter yang menerkam pencari kerang bernama Jusmitawati (36) di Sungai Luan Boya, Desa Bulu Hadek, berhasil ditangkap warga dalam kondisi mati.
- Warga bergotong royong menarik buaya ke darat, lalu membelah perutnya dan menemukan sisa potongan tubuh korban berupa kepala dan tangan.
- Camat Teluk Dalam membenarkan kejadian, meminta bantuan BPBD, TNI/Polri, serta BKSDA untuk antisipasi agar tidak ada korban baru, karena buaya juga kerap muncul di desa lain.
PROHABA.CO, SIMEULUE - Seekor buaya sepanjang sekitar empat meter yang memangsa seorang pencari kerang di Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue, berhasil ditangkap warga pada Senin (16/2/2026).
Buaya tersebut sebelumnya diketahui menerkam seorang warga bernama Jusmitawati (36) saat mencari kerang di sungai pada Minggu (15/2/2026).
Camat Teluk Dalam, Andrik Dasandra SSTP, melansir konfirmasi Serambinews.com membenarkan informasi penangkapan tersebut.
“Benar buayanya sudah berhasil ditangkap warga.
Penangkapan dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB,” ujarnya.
Dalam rekaman video yang beredar, tampak warga bergotong royong menarik buaya besar itu dari sungai.
Buaya dievakuasi dalam kondisi sudah mati.
Karena ukurannya yang sangat besar, proses penarikan ke darat memerlukan bantuan banyak orang.
Setiba di darat, beberapa warga terlihat melampiaskan kekesalan dengan menendang kepala buaya.
Selanjutnya, warga membelah perut buaya dan menemukan sisa potongan tubuh korban berupa kepala dan tangan.
Baca juga: Warga Simeulue Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Kerang di Sungai Luan Boya
Kronologi Tewasnya Korban
Sebelumnya, Serambinews.com memberitakan Jusmitawati (36) warga Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue, tewas diterkam buaya saat sedang mencari kerang bersama dua temannya di Sungai Luan Boya desa setempat.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Jusmitawati bersama dua temannya sedang mencari kerang di Sungai Luan Boya, kawasan yang memang sering dijadikan lokasi mencari nafkah oleh warga.
Saat kejadian ia bersama dua temannya mencari kerang di sungai tersebut.
Saat sedang mencari kerang, korban tiba-tiba hilang dan sempat dicari oleh kedua temannya.
Kedua temannya panik karena tidak mendapat jawaban ketika memanggil korban.
Dan sungai itu diketahui memang ada buayanya.
Mereka segera berlari ke desa untuk meminta pertolongan.
Warga berbondong-bondong menuju lokasi dan mendapati korban berada di mulut buaya.
Situasi tersebut membuat warga histeris.
Upaya evakuasi dilakukan dengan alat seadanya, termasuk menombak buaya.
Setelah beberapa kali percobaan, jasad korban berhasil dievakuasi, namun dalam kondisi tidak utuh.
Beberapa bagian tubuh diduga sudah dimakan buaya.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Dua Kerbau Ditembak Pencuri di Arongan Lambalek Aceh Barat
Reaksi dan Penanganan
Camat Teluk Dalam menyebutkan bahwa kejadian ini baru pertama kali terjadi di wilayah tersebut.
Ia menambahkan, pihaknya telah meminta bantuan BPBD serta unsur TNI/Polri dalam proses pencarian dan evakuasi.
Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan BKSDA untuk penanganan buaya karena dikhawatirkan menimbulkan korban baru.
“Di desa lain seperti Lugu Sebahak, beberapa hari terakhir juga kerap mendapati buaya masuk ke dalam jaring warga.
Ini menjadi perhatian serius,” jelas Andrik.
Warga berharap kejadian ini menjadi pembelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai.
Musyawarah bersama kepala desa dan Apdesi akan digelar untuk membahas langkah pencegahan.
Kita harap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran, agar tidak ada korban baru,” pungkasnya.
Peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar.
Penangkapan buaya berukuran besar tersebut sedikit meredakan keresahan warga, namun tetap diperlukan langkah antisipasi jangka panjang.
Pemerintah daerah bersama BKSDA diharapkan segera melakukan patroli dan pengawasan di kawasan sungai yang rawan.
Dengan adanya kejadian ini, masyarakat Simeulue diingatkan untuk lebih waspada dan tidak beraktivitas sendirian di sungai.
(Serambinews.com/Indra Wijaya)
Baca juga: Tragedi Sungai Peunaron, Petani di Aceh Timur Hilang Diterkam Buaya Saat Pulang dari Ladang
Baca juga: Teror Buaya yang Terkam Korban Bikin Warga Takut Cari Pempeng di Sungai
Baca juga: Waspada Penipu Berkedok Pegawai Pajak, Incar Anggota Grup WA, Tawarkan Konsultasi Coretax
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
Berita Simeulue
Buaya
ditangkap warga
pencari kerang
Diterkam Buaya
buaya terkam warga
Teluk Dalam
Simeulue
Prohaba.co
Prohaba
| Warga Simeulue Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Kerang di Sungai Luan Boya |
|
|---|
| Penumpang Lompat dari KMP Aceh Hebat 1 Ditemukan Meninggal, SAR Simeulue Ungkap Proses Pencarian |
|
|---|
| Usut Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp 6,6 Miliar di Simeulue, Polda Aceh Tingkatkan ke Penyidikan |
|
|---|
| Kapal Tanpa Awak Ditemukan Terdampar di Simeulue Cut, Polisi Selidiki Asal Usulnya |
|
|---|
| Hujan dan Angin Kencang Robohkan Sejumlah Kantin Warga di Simeulue |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Buaya-dengan-ukuran-lebih-kurang-4-meter-yang-memangsa-pencari-kerang-ditangkap.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.