Kamis, 4 Juni 2026

Berita Simeulue

Buaya 4 Meter Ditangkap Warga Simeulue Usai Mangsa Pencari Kerang

Seekor buaya sepanjang sekitar empat meter yang memangsa seorang pencari kerang di Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue,

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
BUAYA BERHASIL DITANGKAP - Buaya dengan ukuran lebih kurang 4 meter yang memangsa pencari kerang di Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Simeulue berhasil ditangkap warga, Senin (16/2/2026). (Serambinews.com/HO) 
Ringkasan Berita:
  • Seekor buaya sepanjang 4 meter yang menerkam pencari kerang bernama Jusmitawati (36) di Sungai Luan Boya, Desa Bulu Hadek, berhasil ditangkap warga dalam kondisi mati.
  • Warga bergotong royong menarik buaya ke darat, lalu membelah perutnya dan menemukan sisa potongan tubuh korban berupa kepala dan tangan.
  • Camat Teluk Dalam membenarkan kejadian, meminta bantuan BPBD, TNI/Polri, serta BKSDA untuk antisipasi agar tidak ada korban baru, karena buaya juga kerap muncul di desa lain.

 

PROHABA.CO, SIMEULUE -  Seekor buaya sepanjang sekitar empat meter yang memangsa seorang pencari kerang di Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue, berhasil ditangkap warga pada Senin (16/2/2026).

Buaya tersebut sebelumnya diketahui menerkam seorang warga bernama Jusmitawati (36) saat mencari kerang di sungai pada Minggu (15/2/2026).

Camat Teluk Dalam, Andrik Dasandra SSTP, melansir konfirmasi Serambinews.com membenarkan informasi penangkapan tersebut.

“Benar buayanya sudah berhasil ditangkap warga.

Penangkapan dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB,” ujarnya.

Dalam rekaman video yang beredar, tampak warga bergotong royong menarik buaya besar itu dari sungai.

Buaya dievakuasi dalam kondisi sudah mati.

Karena ukurannya yang sangat besar, proses penarikan ke darat memerlukan bantuan banyak orang.

Setiba di darat, beberapa warga terlihat melampiaskan kekesalan dengan menendang kepala buaya.

Selanjutnya, warga membelah perut buaya dan menemukan sisa potongan tubuh korban berupa kepala dan tangan.

Baca juga: Warga Simeulue Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Kerang di Sungai Luan Boya

Kronologi Tewasnya Korban

Sebelumnya, Serambinews.com memberitakan Jusmitawati (36) warga Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue, tewas diterkam buaya saat sedang mencari kerang bersama dua temannya di Sungai Luan Boya desa setempat.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. 

Jusmitawati bersama dua temannya sedang mencari kerang di Sungai Luan Boya, kawasan yang memang sering dijadikan lokasi mencari nafkah oleh warga.

Saat kejadian ia bersama dua temannya mencari kerang di sungai tersebut. 

Saat sedang mencari kerang, korban tiba-tiba hilang dan sempat dicari oleh kedua temannya.

Kedua temannya panik karena tidak mendapat jawaban ketika memanggil korban.

Dan sungai itu diketahui memang ada buayanya.

BUAYA TERKAM WARGA – Tangkapan layar video yang memperlihatkan seekor buaya menerkam warga Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Simeulue, Minggu (15/2/2026). Korbanmeninggal diterkam buaya saat mencari kerang di Sungai Luan Boya. (Serambinews.com/HO)
BUAYA TERKAM WARGA – Tangkapan layar video yang memperlihatkan seekor buaya menerkam warga Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Simeulue, Minggu (15/2/2026). Korbanmeninggal diterkam buaya saat mencari kerang di Sungai Luan Boya. (Serambinews.com/HO) 

Mereka segera berlari ke desa untuk meminta pertolongan.

Warga berbondong-bondong menuju lokasi dan mendapati korban berada di mulut buaya. 

Situasi tersebut membuat warga histeris.

Upaya evakuasi dilakukan dengan alat seadanya, termasuk menombak buaya. 

Setelah beberapa kali percobaan, jasad korban berhasil dievakuasi, namun dalam kondisi tidak utuh.

Beberapa bagian tubuh diduga sudah dimakan buaya.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Dua Kerbau Ditembak Pencuri di Arongan Lambalek Aceh Barat

Reaksi dan Penanganan

Camat Teluk Dalam menyebutkan bahwa kejadian ini baru pertama kali terjadi di wilayah tersebut.

Ia menambahkan, pihaknya telah meminta bantuan BPBD serta unsur TNI/Polri dalam proses pencarian dan evakuasi.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan BKSDA untuk penanganan buaya karena dikhawatirkan menimbulkan korban baru.

“Di desa lain seperti Lugu Sebahak, beberapa hari terakhir juga kerap mendapati buaya masuk ke dalam jaring warga.

Ini menjadi perhatian serius,” jelas Andrik.

Warga berharap kejadian ini menjadi pembelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai.

Musyawarah bersama kepala desa dan Apdesi akan digelar untuk membahas langkah pencegahan.

Kita harap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran, agar tidak ada korban baru,” pungkasnya.

Peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. 

Penangkapan buaya berukuran besar tersebut sedikit meredakan keresahan warga, namun tetap diperlukan langkah antisipasi jangka panjang.

Pemerintah daerah bersama BKSDA diharapkan segera melakukan patroli dan pengawasan di kawasan sungai yang rawan.

Dengan adanya kejadian ini, masyarakat Simeulue diingatkan untuk lebih waspada dan tidak beraktivitas sendirian di sungai. 

(Serambinews.com/Indra Wijaya)

Baca juga: Tragedi Sungai Peunaron, Petani di Aceh Timur Hilang Diterkam Buaya Saat Pulang dari Ladang

Baca juga: Teror Buaya yang Terkam Korban Bikin Warga Takut Cari Pempeng di Sungai

Baca juga: Waspada Penipu Berkedok Pegawai Pajak, Incar Anggota Grup WA, Tawarkan Konsultasi Coretax

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved