Kamis, 4 Juni 2026

Berita Aceh Barat

Buaya Predator Muncul di Danau Cot Kala, Warga Pencari Ikan dan Kerang Dilanda Kekhawatiran

Kemunculan seekor buaya berukuran besar di Danau Cot Kala, Gampong Cot Kumbang, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
KEMUNCULAN BUAYA - Keuchik Gampong Cot Kumbang, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, Amiruddin, bersama personel Polsek Arongan Lambalek meninjau langsung kondisi Danau Cot Kala, Selasa (2/6/2026). Peninjauan dilakukan menyusul kemunculan seekor buaya di danau tersebut yang membuat warga setempat waspada saat beraktivitas mencari ikan dan kerang. (Serambinews.com/HO) 
Ringkasan Berita:
  • Seekor buaya berukuran besar muncul di Danau Cot Kala, Gampong Cot Kumbang, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, dan membuat warga khawatir.
  • Pemerintah gampong mengimbau warga menghentikan sementara aktivitas di dalam danau, terutama mencari kerang dan memancing yang mengharuskan masuk ke air.
  • Belum ada korban akibat kemunculan buaya tersebut, namun warga berharap instansi terkait segera melakukan pemantauan dan penanganan.
 

 

PROHABA.CO, ACEH BARAT – Kemunculan seekor buaya berukuran besar di Danau Cot Kala, Gampong Cot Kumbang, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.

Reptil predator tersebut dilaporkan terlihat oleh sejumlah warga pada Selasa (2/6/2026).

Informasi mengenai keberadaan buaya dengan cepat menyebar di tengah masyarakat.

Warga yang selama ini memanfaatkan Danau Cot Kala sebagai lokasi mencari ikan dan kerang air tawar mulai merasa waspada dan khawatir untuk beraktivitas di kawasan tersebut.

Keuchik Gampong Cot Kumbang, Amiruddin, dikutip Serambinews.com, Selasa (2/6/2026), mengatakan hingga saat ini belum ada laporan warga yang menjadi korban akibat kemunculan buaya tersebut. 

Meski demikian, keberadaan hewan liar itu telah menimbulkan rasa takut, terutama bagi masyarakat yang sehari-hari mencari nafkah di danau.

“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada korban.

Baca juga: Heboh Kemunculan Buaya di Krueng Leupung Aceh Besar, Warga Diminta Waspada

Namun warga yang biasa mencari kerang dengan cara menyelam maupun yang memancing ikan mulai khawatir dengan kemunculan buaya tersebut,” kata Amiruddin.

Menurutnya, pemerintah gampong telah mengambil langkah antisipasi dengan mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghentikan aktivitas di dalam danau, khususnya kegiatan yang mengharuskan warga masuk ke dalam air seperti menyelam mencari kerang atau memancing dari area perairan.

Imbauan tersebut dilakukan guna mengurangi risiko terjadinya serangan buaya yang dapat membahayakan keselamatan warga.

Pemerintah gampong berharap masyarakat dapat mematuhi arahan tersebut hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak dulu beraktivitas di danau, terutama yang harus masuk ke dalam air.

Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Baca juga: Buaya 4 Meter Ditangkap Warga Simeulue Usai Mangsa Pencari Kerang

Amiruddin menjelaskan bahwa Danau Cot Kala merupakan danau yang terbentuk setelah bencana tsunami Aceh pada tahun 2004.

Seiring berjalannya waktu, kawasan tersebut berkembang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat, terutama di sektor perikanan dan pencarian kerang air tawar.

Dengan luas mencapai sekitar tujuh hektar, Danau Cot Kala dikenal memiliki potensi sumber daya perairan yang cukup melimpah.

Banyak warga menggantungkan penghasilan dari hasil tangkapan ikan dan kerang yang diperoleh dari danau tersebut.

Kemunculan buaya ini dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, warga berharap instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan serta langkah-langkah penanganan yang diperlukan.

Masyarakat juga berharap keberadaan buaya dapat segera diketahui secara pasti sehingga aktivitas pencarian ikan dan kerang di Danau Cot Kala dapat kembali berjalan normal tanpa mengancam keselamatan warga yang bergantung pada sumber daya alam di kawasan tersebut.

(Serambinews.com/Sadul Bahri)

Baca juga: Brimob dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Nagan Raya

Baca juga: Warga Simeulue Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Kerang di Sungai Luan Boya

Baca juga: Tragedi Sungai Peunaron, Petani di Aceh Timur Hilang Diterkam Buaya Saat Pulang dari Ladang

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved