Maulid Nabi Muhammad SAW
5 September 2025, Umat Islam Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Doanya
Maulid Nabi Muhammad shallallāhu ʿalayhi wa sallam (SAW) atau hari kelahiran Nabi Muhammad Saw tahun ini diperingati pada Jumat,
Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad kamā ṣallaita ‘alā Ibrāhīm wa ‘alā āli Ibrāhīm innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad kamā bārakta ‘alā Ibrāhīm wa ‘alā āli Ibrāhīm innaka ḥamīdun majīd.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu atas Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat atas Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Dan limpahkanlah keberkahan atas Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan atas Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
Bacaan di atas merupakan sholawat Ibrahimiyah yang terdapat dalam bacaan tasyahud akhir yang dibaca setiap akhir shalat.
Perintah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad disebutkan dalam Al Quran Surat Al-Ahzab ayat 56.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab ayat 56)
Hukum Merayakan Maulid Nabi
Hukum merayakan maulid Nabi sudah lama menjadi perdebatan umat Islam karena secara khusus tidak ditemukan dalil nash yang nyata mau pun tersirat tentang larangan atau perintah marayakan maulid Nabi.
Nabi Muhammad, para sahabat dan para ulama salaf tidak merayakan maulid Nabi.
Meski tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad, perayaan ini tidak serta merta bertentangan dengan ajaran beliau.
Dalam skripsi berjudul Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Peringatan Maulid Nabi Saw di Desa Kaligayam Kecamatan Talang Kabupaten Tegal oleh Uswatun Khasanah, mahasiswi jurusan Pendidikan Agama Islam di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto tahun 2025., dijelaskan mengenai hukum merayakan maulid Nabi.
Para ulama menggunakan istilah Bid'ah Hasanah untuk menggambarkan perayaan maulid Nabi.
Seorang ahli bahasa, Abu Bakar Ibn al-Arabi menyatakan tidak semua hal baru atau bid'ah secara otomatis tercela.
Menurutnya, sesuatu dianggap bid'ah tercela jika hal tersebut bertentangan dengan sunnah, yang mengarah pada penyimpangan dari ajaran Islam.
Secara umum, bid'ah dibagi menjadi bid'ah dlalalah dan hasanah.
Hal yang bertentangan dengan Al-Quran dan sunnah termasuk dalam bid'ah dlalalah, sedangkan hal yang tidak bertentangan dengan Al-Quran dan sunnah termasuk bid'ah hasanah.
Baca juga: Mualem Ingatkan TPID Antisipasi Inflasi di Bulan Maulid
Sejarah Perayaan Maulid Nabi
Dalam skripsi berjudul Tradisi Maulid Nabi pada Masyarakat Bugis di Kelurahan Ponrangae Kabupaten Sidrap (Tinjauan Nilai Pendidikan Agama Islam) oleh Abd. Asis Tjake, mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam di Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pare Pare tahun 2021, disebutkan setidaknya ada tiga teori yang menjelaskan asal mula peryaan maulid Nabi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Doa-Maulid-Nabi-Muhammad-dapat-dibaca-untuk-menyambut-hari-kelahiran-Rasulullah.jpg)