Selasa, 21 April 2026

Berita Nasional

Anak Terjebak di Mesin Cuci, Damkar Depok Lakukan Penyelamatan Dramatis

Suasana haru dan menegangkan menyelimuti proses evakuasi seorang anak kecil yang terjebak di dalam mesin cuci di kawasan Pancoran Mas, Depok

Editor: Muliadi Gani
Damkar Depok  
EVAKUASI - Petugas Damkar evakuasi anak dari mesin cuci di Depok. Korban menangis, proses penyelamatan berlangsung penuh haru dan dramatis 

PROHABA.CO – Suasana haru dan menegangkan menyelimuti proses evakuasi seorang anak kecil yang terjebak di dalam mesin cuci di kawasan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (20/9/2025) sore.

Peristiwa bermula saat anak tersebut bermain sendiri di area laundry rumahnya.

Tanpa pengawasan, ia masuk ke dalam tabung pengering mesin cuci dan terjebak dalam posisi tubuh tertekuk, dengan bagian kepala hingga pinggul berada di dalam tabung.

Jika anak bermain sendiri di area laundry tanpa pengawasan, risiko masuk ke dalam mesin cuci meningkat.

Pintu mesin cuci yang terbuka dan mudah dijangkau membuat anak bisa masuk tanpa hambatan.

Anak-anak berusia balita atau di bawah 7 tahun biasanya cukup kecil untuk masuk ke dalam tabung mesin cuci

Anak belum memahami bahwa mesin cuci bukan tempat bermain dan bisa membahayakan keselamatan.

Korban masuk ke dalam tabung pengering mesin cuci dalam keadaan hanya terlihat kaki, tangan, dan kepalanya saja.

Sedangkan badan korban terperosok masuk ke dalam tabung sehingga kewalahan tidak dapat keluar. 

Keluarga korban yang panik segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok melalui layanan darurat 112.

Tim penyelamat dari Pos Wali langsung diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 17.47 WIB dengan membawa peralatan khusus.

Baca juga: Ditinggal Ayah Beli Makanan,Bocah 6 Tahun Meninggal Setelah Terjebak Dalam Kobaran Api di Aceh Utara

Baca juga: Kakak Beradik Meninggal Ditikam Tetangga di Kudus, Pelaku Dibekuk di Lombok

Kepala Bidang Pengendalian Operasional dan Penyelamatan DPKP Depok, Tesy Haryati, menjelaskan bahwa saat tim tiba, kondisi anak cukup mengkhawatirkan.

"Posisi tubuh anak masuk cukup dalam ke dalam tabung, dari pantat hingga kepala.

Kami harus mengevakuasinya dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan cedera," ujarnya kepada wartawan, Minggu (21/9/2025).

Selama proses evakuasi, anak tersebut terus menangis dan berteriak, menambah ketegangan di lokasi kejadian.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved