Minggu, 12 April 2026

Berita Kriminal

Cemburu, Perangkat Desa di Tuban Tewas Dibacok Tetangga Sendiri

Riyadi (54), seorang perangkat desa yang dikenal sebagai sosok aktif dan ramah, ditemukan tewas mengenaskan setelah dibacok oleh tetangganya sendiri

Editor: Muliadi Gani
Istimewa
PEMBACOKAN - Foto Ilustrasi pembacokan.  Warga Desa Jarorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dikejutkan dengan insiden berdarah pada Rabu (5/11/2025) pagi. Riyadi (54), seorang perangkat desa yang dikenal sebagai sosok aktif dan ramah, ditemukan tewas mengenaskan setelah dibacok oleh tetangganya sendiri, Warsidam (50). 

Ringkasan Berita:
  • Perangkat desa bernama Riyadi (54) tewas dibacok oleh tetangganya, Warsidam (50) di Desa Jarorejo, Kerek, Tuban.
  • Motif pembunuhan dipicu kecemburuan, karena pelaku mengetahui istrinya berkomunikasi mesra dengan korban melalui WhatsApp.
  • Pelaku menyerahkan diri ke polisi setelah membacok korban dan kini dijerat Pasal 338 subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP.

PROHABA.CO, TUBAN -  Warga Desa Jarorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dikejutkan dengan insiden berdarah pada Rabu (5/11/2025) pagi. 

Riyadi (54), seorang perangkat desa yang dikenal sebagai sosok aktif dan ramah, ditemukan tewas mengenaskan setelah dibacok oleh tetangganya sendiri, Warsidam (50).

Tragedi ini dipicu oleh rasa cemburu pelaku yang tidak mampu menahan amarah usai mengetahui bahwa istrinya berkomunikasi secara mesra dengan korban melalui aplikasi WhatsApp.

Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 05.30 WIB.

Saat itu, korban tengah mengambil air di penampungan sumber air yang biasa digunakan warga untuk kebutuhan ladang.

Tiba-tiba, datang Warsidam yang bekerja sebagai satpam di Pabrik Semen Indonesia Tuban.

Ia mengendarai sepeda motor sambil membawa sebilah parang yang kemudian digunakan untuk menyerang korban tanpa ampun.

Korban yang panik berusaha melarikan diri untuk mencari pertolongan.

Ia sempat masuk ke rumah salah satu warga yang berada di sekitar lokasi.

Baca juga: Kakak Beradik Meninggal Ditikam Tetangga di Kudus, Pelaku Dibekuk di Lombok

Namun, amarah pelaku tak terbendung.

Warsidam terus mengejar korban hingga ke halaman rumah tersebut dan kembali mengayunkan parang ke arah tubuh Riyadi.

Akibat luka parah yang dialaminya, korban meninggal dunia di tempat dengan tubuh bersimbah darah.

Motifnya Cemburu

Setelah memastikan korban tewas, pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian dan menyerahkan diri ke Polsek Kerek sambil membawa senjata tajam yang digunakan.

Dalam pengakuannya kepada penyidik, Warsidam mengaku tersulut emosi karena menemukan percakapan mesra antara istrinya dan korban yang telah berlangsung sejak tahun 2024.

“Motifnya asmara. Tersangka cemburu karena mendapati chat mesra antara korban dan istrinya,” terang Iptu Siswanto.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved