Banjir Bandang di Sumatera
413 Akses Internet Pulih Pasca Banjir Bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan bahwa proses pemulihan koneksi internet di wilayah yang terdampak banjir bandang di Aceh,
Ringkasan Berita:
- 413 dari 602 titik internet yang terdampak banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar sudah pulih.
- Satelit Satria-1 menjadi solusi utama komunikasi darurat karena jaringan terestrial banyak rusak.
- BNPB memasang terminal Satria-1 di posko bencana untuk mendukung evakuasi dan koordinasi lapangan.
PROHABA.CO, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan bahwa proses pemulihan koneksi internet di wilayah yang terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) terus menunjukkan progres positif.
Dari total 602 titik akses internet yang sebelumnya lumpuh akibat bencana, sebanyak 413 lokasi kini telah kembali pulih.
Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi, Fadillah Mathar alias Indah, menjelaskan bahwa sebagian besar titik tersebut berada di fasilitas layanan publik seperti sekolah, puskesmas, hingga pusat administrasi pemerintahan.
Menurutnya, karakteristik bencana yang melanda tiga provinsi ini membuat infrastruktur telekomunikasi terestrial mulai dari jaringan serat optik, kabel telepon, hingga menara BTS 4G mengalami kerusakan yang cukup parah.
“Ada 602 lokasi akses internet yang terdampak, tetapi sekarang sudah pulih sebanyak 413 titik,” ujar Indah dalam media briefing bersama PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII) di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (10/12/2025).
Ia menambahkan, kerusakan jaringan terestrial menyebabkan pemerintah mengandalkan teknologi satelit sebagai solusi cepat dalam keadaan darurat.
Kehadiran Satelit Republik Indonesia (Satria)-1, yang baru mengudara beberapa waktu lalu, menjadi penopang utama komunikasi di tengah krisis ini.
Baca juga: Mualem Kunjungi Bank Aceh Singkil, untuk Pastikan Pelayanan Keuangan Tetap Aman
Baca juga: MPU Aceh Nyatakan Dukungannya terhadap KPI Aceh Gagas Regulasi Penyiaran Internet
Terminal penerima sinyal Satria-1 telah dipasang di sejumlah posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan komunikasi antarpemangku kepentingan tetap berjalan, terutama dalam proses evakuasi, distribusi bantuan, dan koordinasi lapangan.
“Saat ini teknologi seluler 4G maupun jaringan lain belum sepenuhnya pulih.
Karena itu, keberadaan Satria-1 menjadi sangat penting,” jelas Indah.
Setiap terminal Satria-1 memiliki kapasitas 178 hingga 200 Mbps, cukup untuk digunakan petugas dan para pengungsi, termasuk untuk komunikasi video call.
Secara keseluruhan, BAKTI telah membangun sekitar 18 titik layanan internet satelit di wilayah terdampak di Aceh, Sumut, dan Sumbar dengan kapasitas minimal 100 Mbps.
Satria-1 sendiri merupakan satelit internet pertama Indonesia dengan kapasitas 150 Gbps, dibangun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi Rp 6,42 triliun.
Satelit ini memang dirancang untuk memperkuat layanan internet di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T), namun kini terbukti efektif sebagai infrastruktur tanggap bencana.
Internet
jaringan internet pulih
Banjir Bandang di Sumatera
Banjir Aceh
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera barat
Prohaba.co
| Kemenkes Waspadai Ancaman Campak di Lokasi Pengungsian Pasca Bencana |
|
|---|
| KSAD Maruli Simanjuntak Jelaskan Anggaran Sumur Bor Rp150 Juta di Sumatera |
|
|---|
| Prabowo: Pemerintah Tak Akan Menolak Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera, Asal Jelas Mekanismenya |
|
|---|
| Ratna Galih Terjun Jadi Relawan, Salurkan Bantuan ke Korban Banjir Aceh Tamiang |
|
|---|
| Konten Kreator Sherly Annavita Alami Aksi Teror Usai Kritik Penanganan Banjir Sumatera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Foto-ilustrasi-jaringan-internet.jpg)