Kabar Artis
Aurelie Moeremans Terima Banyak Kisah Korban Child Grooming Usai Rilis Memoar
Artis Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan keterkejutannya menerima banyak pesan langsung (DM) dari para pengikutnya
Ringkasan Berita:
- Aurelie merilis memoar Broken Strings yang menceritakan pengalaman pahitnya sebagai korban child grooming di usia 15 tahun.
- Setelah publikasi, ia menerima banyak DM dari pengikut yang mengaku mengalami hal serupa, menunjukkan fenomena gunung es di Indonesia.
- Aurelie menegaskan tujuannya adalah mematahkan stigma, memberi ruang aman, dan memastikan para penyintas tidak merasa sendirian.
PROHABA.CO - Artis Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan keterkejutannya menerima banyak pesan langsung (DM) dari para pengikutnya.
Pesan-pesan tersebut berisi kisah pribadi yang serupa dengan pengalaman Aurelie, yakni menjadi korban child grooming.
Fenomena ini mencuat setelah ia merilis buku digital berjudul Broken Strings, sebuah memoar yang mengisahkan pengalaman pahitnya saat berusia 15 tahun.
Melalui kanal siaran pribadinya, Aurelie menilai bahwa banyaknya cerita yang masuk menunjukkan child grooming di Indonesia merupakan fenomena gunung es.
Artinya, kasus yang terungkap hanyalah sebagian kecil dari kenyataan, sementara banyak korban memilih diam karena isu ini masih dianggap tabu.
Ia menulis bahwa setiap kali membuka DM, dirinya selalu kaget melihat betapa banyak orang yang pernah mengalami hal serupa namun menyimpannya sendiri.
Menurut Aurelie, alasan utama para penyintas memilih memendam trauma adalah karena isu tersebut masih dianggap tabu di masyarakat Indonesia.
Aurelie juga berbagi pengalaman pribadinya ketika mencoba bersuara di masa lalu, menyuarakan kebenaran soal kekerasan semacam ini membutuhkan waktu yang sangat panjang.
Pada tahun 2014, ia sempat mendapat serangan, dan pada 2020 suaranya kembali diabaikan.
Baca juga: Aurelie Moeremans Pamer Baby Bump, Dipuji Suami Lebih Cantik Saat Hamil
Baca juga: Suami Gelap Mata Habisi Nyawa Istrinya di Sukaraja, Bogor
Kini, di tahun 2026, ia merasa lebih lega karena kisahnya akhirnya didengar tanpa adanya victim blaming yang masif.
Hal ini menjadi titik balik penting bagi Aurelie, yang menegaskan bahwa keberaniannya mempublikasikan memoar bukan karena merasa paling kuat, melainkan karena ia tidak ingin ada korban lain yang merasa sendirian atau menyalahkan diri sendiri atas trauma yang dialami.
Sebagai istri Tyler Bigenho, Aurelie menekankan bahwa tujuan utama dari publikasi bukunya adalah untuk membantu para penyintas.
Ia ingin mematahkan stigma negatif serta rasa bersalah yang kerap menghantui korban.
Aurelie berharap keterbukaan ini dapat menjadi ruang aman bagi para penyintas untuk saling menguatkan.
| Desy Ratnasari Ungkap Alasan Betah di Dunia Politik, Bisa Bermanfaat untuk Masyarakat |
|
|---|
| Nikita Willy Jelaskan Gaya Parentingnya Sering Dijadikan Meme |
|
|---|
| Diana Pungky Tak Punya Media Sosial, Jadinya Tidak Stres |
|
|---|
| Erin Mantan Istri Andre Taulany Terseret Dugaan Penganiayaan ART, Terancam 2,5 Tahun Penjara |
|
|---|
| Ammar Zoni Kembali ke Nusakambangan Usai Divonis 7 Tahun, Ini Syarat Bisa Dipindah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Aurelie-Moeremans-1.jpg)