Kamis, 18 Juni 2026

OTT KPK Ditjen Bea Cukai

OTT KPK di Bea Cukai, 17 Orang Diamankan dalam Kasus Suap Impor

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi senyap. Kali ini, lembaga antirasuah tersebut menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT)

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI GEDUNG KPK - Gedung Merah Putih KPK di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (31/1/2025). OTT KPK di Bea Cukai, 17 Orang Diamankan dalam Kasus Suap Impor 

Ringkasan Berita:
  • OTT KPK di Bea Cukai mengamankan 17 orang, terdiri dari 12 pegawai Bea Cukai dan 5 pihak PT Blueray Cargo.
  • Barang bukti besar berupa uang miliaran rupiah dalam berbagai mata uang dan emas batangan seberat 3 kilogram disita.
  • Pejabat tinggi terlibat, yakni Rizal, mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, ikut diamankan dan kini menjalani pemeriksaan intensif di KPK.

 

PROHABA.CO -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi senyap.

Kali ini, lembaga antirasuah tersebut menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait dugaan praktik suap dalam proses impor barang. 

Operasi dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni Jakarta dan Lampung, pada Rabu (4/2/2026).

Dikutip Tribunlampung.co.dari Tribunnews.com, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa jumlah pihak yang diamankan mencapai 17 orang.

“Dalam lanjutan peristiwa tertangkap tangan terkait pengurusan importasi barang di Bea Cukai, tim telah mengamankan sejumlah 17 orang,” jelas Budi, Kamis (5/2/2026).

Fokus utama dalam operasi senyap ini mengarah pada dugaan suap untuk memuluskan arus barang impor.

Dari total 17 orang, KPK merinci bahwa 12 orang merupakan pegawai Ditjen Bea Cukai, sementara 5 orang lainnya berasal dari PT Blueray Cargo (BR).

Dalam operasi ini, pihak yang terlibat yang secara terang benderang menyeret nama perusahaan jasa impor terkemuka.

Perusahaan PT BR atau Blueray Cargo ini dikenal sebagai jasa kargo dan  importir borongan (forwarder) yang melayani pengiriman barang dari berbagai negara, termasuk China, Thailand, Singapura, hingga Amerika Serikat ke Indonesia.

Keterlibatan pihak swasta, khususnya Blueray Cargo, mengindikasikan adanya dugaan kongkalikong dalam memuluskan arus barang impor dari luar negeri.

Praktik suap diduga menjadi jalan pintas agar proses masuknya barang ke Indonesia berjalan lancar tanpa hambatan regulasi.

Baca juga: Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, Diamankan di Tengah Bencana Banjir

Baca juga: Dinas Kesehatan Banda Aceh Dorong Puskesmas Jadi Garda Terdepan Deteksi Dini Kanker

Barang Bukti Fantastis

Dalam OTT ini, KPK tidak hanya mengamankan para pelaku, tetapi juga menyita barang bukti dengan nilai fantastis yang diduga kuat sebagai alat suap.

Tim penyidik menemukan uang tunai dalam rupiah dan beberapa mata uang asing seperti USD, SGD, dan JPY.

Selain itu, KPK juga menyita logam mulia diperkirakan seberat 3 kilogram.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
Live
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
VS
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved