Breaking News:

Kabur dari LPKA, Pemerkosa Anak Tertangkap Saat ‘Nguli’

Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejati Aceh bersama tim Kejari Aceh Besar dan Kejari Bireuen berhasil menangkap dua narapidana (napi) yang menjadi buronan

Editor: bakri
PROHABA/ASNAWI LUWI
Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh bersama Kejari Aceh Besar, Senin (18/1/2021), menangkap buronan bernama Mustafa Ikram (20), di Gampong Gaseu, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar. Narapidana (napi) kasus pemerkosaan tersebut kabur dari Lapas LPKA Lampineueng pada tahun 2018 lalu 

* Napi Kasus Penganiayaan Diciduk di Rumahnya

BANDA ACEH - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejati Aceh bersama tim Kejari Aceh Besar dan Kejari Bireuen berhasil menangkap dua narapidana (napi) yang menjadi buronan pada waktu bersamaan, Senin (18/1/2021). Kedua buronan kasus pemerkosaan dan penganiayaan tersebut adalah Mustafa Ikram dan Samsul Bahri. Informasi tersebut disampaikan oleh Kajati Aceh, Muhammad Yusuf dalam konferensi pers di Kantor Kejati Aceh, Banda Aceh. Kajati dalam jumpa pers itu didampingi Asintel, Mohamad Rohmadi dan Kasi Penkum, Munawal Hadi.

Untuk diketahui, Mustafa Ikram merupakan terpidana kasus pemerkosaan yang masuk daftar pencarian orang (DPO) selama hampir tiga tahun. Sedangkan Samsul Bahri merupakan terpidana kasus penganiayaan yang buron selama 3,3 tahun.  Penangkapan Mustafa Ikram dilakukan TimTabur Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh bersama Kejari Aceh Besar pada Senin (18/1/2021), di Gampong Gata Gaseu, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar. Terpidana terlibat kasus pemerkosaan tersebut kabur dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Lampineung pada April 2018 atau hampir tiga tahun yang lalu.

Menurut Ketua Tim Tabur Kejati Aceh, Mohammad Farid Rumdana SH, MH, terhukum kasus pemerkosaan itu melarikan diri dari LPKA saat proses persidangan di Mahkamah Syariah Kota Jantho dan kala itu belum diputus oleh majelis hakim. Selama masa pelarian, terhukum sempat kabur ke Medan selama setahun. Kemudian, Mustafa Ikram berpindah-pindah tempat di Banda Aceh dan akhirnya ditangkap di Aceh Besar saat ia sedang ‘nguli’ atau bekerja sebagai kuli di proyek perumahan di Gampong Gata Gaseu.

“Mustafa Ikram ditangkap, Senin (18/1/2021)  sekira pukul 11.00 WIB, pada saat ia sedang bekerja pada salah satu proyek pembangunan perumahan di Gampong Gata Gaseu, Aceh Besar. Berdasarkan putusan Mahkamah Syariyah Aceh Nomor: 07/JN/2018/MS-Jth tanggal 3 April 2018, Mustafa Ikram dihukum 4,5 tahun penjara,” paparnya.

Sedangkan Kajari Aceh Besar, Rajendra D Wiritanaya yang didampingi Kasi Pidum, Agus Kelana Putra mengatakan, terpidana Mustafa Ikram terlibat dalam kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Terpidana melarikan diri dari LPKA ‘Rumoh Seujahtera Aneuk Meutuah’ Dinas Sosial Aceh di Banda Aceh pada April 2018 pukul 23.53 WIB, dengan cara merusak teralis jendela kamar dan melompati pagar belakang.

Tersisa 39 DPO

Selain penangkapan pemerkosa anak, beber Kajati Aceh, Tim Tabur Kejati Aceh bersama Tim Tabur Kejari Bireuen juga meringkus terpidana kasus penganiayaan bernama Samsul Bahri di rumahnya. Terpidana Samsul Bahri  itu, urai Muhammad Yusuf, ditangkap di rumahnya di Desa Beunyot,  Kecamatan Juli, Bireuen, sekitar pukul 10.45 WIB. Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Bireuen yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) Nomor 191/Pid.B/2017/PN-Bir tanggal 25 Oktober 2017, Samsul Bahri divonis penjara selama satu bulan 15 hari.

“Saat dilakukan penangkapan, kedua terpidana tidak melawan. Kedua terpidana ini jadi buron karena melarikan diri saat masih menjalani masa persidangan,” ujar Kajati Aceh.

Pada kesempatan itu, Muhammad Yusuf mengungkapkan, Tim Tangkap Buronan (Tabur) tersebut baru dibentuk pada awal Januari 2021. Kajati Aceh juga menyampaikan, bahwa saat ini sisa terpidana yang masuk dalam DPO tinggal 39 orang lagi.

"Ada 41 orang yang DPO. Hari ini, ada dua buronan yang kami tangkap," bebernya. Dia berjanji akan terus mengejar para buronan tersebut. Dari 39 terpidana DPO yang tersisa, ada yang sudah lari ke Malaysia. "Hal ini tidak mengurangi niat kami untuk menngkap DPO ini," pungkasnya.(mas/as)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved