Elektrolit Sebabkan Air Mata Rasanya Asin
Saat menangis dan air mata tak sengaja masuk ke mulut, kita bisa mengecap rasa air mata yang asin. Namun kenapa air mata rasanya asin? ..
PROHABA.CO - Saat menangis dan air mata tak sengaja masuk ke mulut, kita bisa mengecap rasa air mata yang asin.
Namun kenapa air mata rasanya asin? Jawabannya cukup sederhana.
Air mata sebagian besar terbuat dari air yang ada di tubuh, dan air ini mengandung ion garam (elektrolit).
Dilansir Healthline, air mata terdiri atas campuran yang kompleks.
National Eye Institute (NEI) mengungkap bahwa air mata terdiri dari air lendir minyak berlemak lebih dari 1.500 protein berbeda.
Air mata terbentuk dalam tiga lapisan yang berfungsi untuk melumasi, menyehatkan, dan melindungi mata kita.
Lapisan luar yang berminyak diproduksi oleh kelenjar meibom.
Lapisan ini membantu air mata tetap di mata dan mencegah air mata menguap terlalu cepat.
Lapisan tengah berair mengandung protein yang larut dalam air.
Ini diproduksi oleh kelenjar lakrimal utama dan kelenjar lakrimal aksesori.
Baca juga: Fotopobia Kini Jadi Salah Satu Gejala Terpapar Covid-19
Lapisan ini melindungi dan memelihara kornea dan konjungtiva, yang merupakan selaput lendir yang menutupi bagian dalam kelopak mata dan bagian depan mata.
Lapisan dalam lendir diproduksi oleh sel piala.
Ini mengikat air dari lapisan tengah, memungkinkannya menyebar secara merata agar mata tetap terlumasi.
Air mata diproduksi oleh kelenjar yang terletak di atas mata dan di bawah kelopak mata Anda.
Air mata menyebar dari kelenjar dan ke seluruh permukaan mata Anda.
Beberapa air mata keluar melalui saluran air mata yang merupakan lubang kecil di dekat sudut kelopak mata Anda.
Dari sana, mereka melakukan perjalanan ke hidung Anda.
Pada tahun-tahun biasa, seseorang akan menghasilkan 15 hingga 30 galon air mata.
Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), ada tiga jenis utama air mata.
Pertama, air mata basal.
Air mata basal ada di mata Anda setiap saat untuk melumasi, melindungi, dan memberi makan kornea Anda.
Kedua, air mata refleks.
Air mata refleks dihasilkan sebagai respons terhadap iritasi, seperti asap, angin, atau debu.
Air mata refleks adalah apa yang kita hasilkan ketika dihadapkan dengan syn-propanethial-S-oxide dari mengiris bawang.
Ketiga,air mata emosional.
Air mata emosional diproduksi sebagai respons terhadap rasa sakit, termasuk rasa sakit fisik, rasa sakit empatik, rasa sakit sentimental, serta keadaan emosional, seperti kesedihan, kebahagiaan, ketakutan, dan keadaan emosional lainnya.
Pada bagian lain, kotoran di sudut mata saat bangun tidur adalah hal wajar.
Baca juga: Orangutan Tertua di Dunia Disuntik Mati Dalam Usia 61 Tahun
Menurut University of Utah, kotoran yang mengeras di sudut mata biasanya merupakan campuran dari air mata dengan lendir minyak sel kulit terkelupas.
Saat siang hari tidak ada kotoran di sudut mata karena kita menghilangkannya dengan berkedip.
Namun saat tidur, mata kita tertutup dan tidak ada kedipan.
Gravitasi membantunya mengumpulkan campuran tadi dan akhirnya mengeras di sudut mata.
Komposisi air mata berubah seiring bertambahnya usia.
Menurut sebuah studi tahun 2018, seiring bertambahnya usia, profil protein air mata manusia dapat berubah.
Selain itu, menurut National Institute of Aging, mata kering disebabkan oleh kelenjar air mata yang tidak berfungsi secara optimal.
Hal ini lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia, terutama bagi wanita setelah menopause.
Efek menguntungkan dari menangis telah dipelajari dalam literatur terbaru.
Peneliti berhipotesis bahwa menangis dan mengekspresikan emosi dapat memberikan kelegaan, sementara menahan atau memendam emosi dapat menyebabkan tekanan mental.
Ada juga penelitian tentang komposisi emosi air mata.
Para ilmuwan percaya bahwa air mata emosional mungkin mengandung protein dan hormon yang biasanya tidak ditemukan dalam air mata basal atau refleks.
Dan hormon-hormon ini mungkin terkait dengan peningkatan suasana hati dan pengurangan stres.
Namun, sebuah studi menemukan bahwa dengan menangis suasana hati seseorang bisa jauh lebih baik.
Diperlukan lebih banyak penelitian tentang efek menangis dan komposisi air mata emosional sebelum kita dapat menentukan apakah menangis bisa dijadikan terapi emosional.
Setiap kali Anda berkedip, air mata Anda membersihkan mata Anda.
Air mata membuat mata Anda tetap halus, lembab, dan terlindungi dari lingkungan iritan patogen infeksius.(Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/ilustrasi-menangis.jpg)