Breaking News:

Pasangan Poliandri dan Poligami  di Singkil Dicambuk 100 Kali, Ubah Status Jadi Duda dan Perawan

Satu pernikahan unik berujung pencambukan di Aceh Singkil. Disebut unik karena perempuannya sedang berstatus istri orang, tapi nekat menikah

Editor: bakri
DOK. SATPOL PP & WH ACEH SINGKIL
FB, perempuan yang melakukan poliandri dicambuk 100 kali bersama suami mudanya di Rutan Kelas IIB Singkil, Rabu (3/2/2021). Pernikahan mereka dinyatakan tidak sah sehingga divonis cambuk lantaran terbukti melakukan perzinaan. 

SINGKIL - Satu pernikahan unik berujung pencambukan di Aceh Singkil. Disebut unik karena perempuannya sedang berstatus istri orang, tapi nekat menikah dengan pria lain (poliandri) yang justru masih merupakan suami dari perempuan lain.

Wanita yang melakoni poliandri ini berinisial FB (30), berasal dari Desa Lubuk Raya, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Ia dihukum cambuk 100 kali. Eksekusi cambuk tersebut dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Singkil, Rabu (3/2/2021).

FB tidak sendirian merasakan perihnya dicambuk, tetapi bersama MS (38), warga Desa Telaga Bakti, Kecamatan Singkil Utara, sebagai pasangan nonmahramnya. Sama seperti FB, MS juga menerima hukuman cambuk 100 kali.

"Benar baru dilakukan hukuman cambuk kepada pasangan pelaku perzinaan. Tempatnya di rumah tahanan, mengingat situasi Covid-19  belum bisa dilakukan di luar," kata Kepala Satpol PP dan WH Aceh Singkil, Ahmad Yani yang menghadiri eksekusi uqubat  cambuk tersebut.

Pernikahan pasangan poliandri sekaligus poligami itu dinyatakan tidak sah, karena keduanya masih punya pasangan yang sah. Akibatnya, pasangan ini divonis cambuk lantaran terbukti melakukan hubungan layaknya suami istri dan itu digolongkan perzinahan.

Pasangan ini bisa hidup serumah ternyata mereka berbuat curang. Guna mengelabuhi penghulu, keduanya mengubah status MS menjadi duda, sedangkan FB perawan. 

Pasangan itu selanjutnya hidup layaknya suami istri.  Kasus poliandri yang dilakukan FB terbongkar setelah suami FB berinisial S, mengetahui keberadaan istrinya di Aceh Singkil.  Selanjutnya, S maupun istri dari MS membuat laporan ke polisi.

Kasus itu pun bergulir ke persidangan, hingga akhirnya kedua pelaku dijatuhi hukuman atas perbuatan zina, sebab pernikahannya dianggap tidak sah. Alasannya, FB merupakan perempuan yang bersuami. Dalam Islam, seorang perempuan tidak dibenarkan memiliki dua suami alias poliandri. (de)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved