Badai Luar Angkasa Hujani Bumi dengan Elektron
BADAI luar angkasa terdeteksi ilmuwan untuk pertama kalinya. Badai dengan hujan elektron ini tampak berputar-putar di atas kutub utara Bumi...
Para ilmuwan meyakini bahwa badai antariksa juga dapat terjadi di dekat planet dan bintang lain dengan medan magnet dan plasma.
Kondisi dengan materi, di mana gas menjadi begitu panas, atom-atomnya terpecah menjadi elektron dan ion yang bergerak secara independen, membuatnya mudah dipengaruhi oleh kekuatan seperti dorongan atau tarikan magnet Bumi.
Profesor Mike Lockwood, pakar fisika lingkungan luar angkasa di University of Reading mengatakan bahwa sampai sekarang tidak diketahui pasti keberadaan badai plasma luar angkasa.
"Jadi, temuan ini membuktikan bahwa pengamatan yang begitu mencolok adalah luar biasa," kata Profesor Lockwood.
Ia menambahkan bahwa badai tropis dikaitkan dengan ebergi dalam jumlah besar.
Sedangkan badai antariksa ini harus tercipta oleh transfer energi angin matahari yang sangat besar dan cepat, serta partikel bermuatan ke atmosfer atas Bumi.
"Plasma dan medan magnet di atmosfer ada di seluruh alam semesta.
Jadi, temuan ini menunjukkan badai luar angkasa harus menjadi fenomena yang tersebar luas," jelas Lockwood. (kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/satelit-mengorbit-planet-bumi.jpg)