Breaking News:

Seperenam Makanan di Dunia Masuk Tong Sampah

Analisis Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa lebih dari seperenam dari total makanan yang diproduksi secara global ...

Analisis Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa lebih dari seperenam dari total makanan yang diproduksi secara global di seluruh dunia, akhirnya terbuang sia-sia dan menjadi sampah. 

Negara- negara berpenghasilan menengah ke bawah mungkin memiliki limbah makanan per kapita yang lebih tinggi karena makanan lebih sering disiapkan dari awal, yang dapat meningkatkan sampah makanan yang tak dapat dimakan.

Kendati demikian, Juru Bicara UNEP menyebut jika perlu lebih banyak lagi data tentang limbah makanan yang dapat dimakan maupun tidak dapat dimakan di tingkat rumah tangga.

Terutama di negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah.

Meski terlihat sepele, tanpa kita sadari limbah makanan ini memiliki dampak yang besar terhadap lingkungan dan perubahan iklim.

Baca juga: Gangguan Mata Minus Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Setidaknya, aktivitas tersebut menyumbang sekitar 9 persen dari emisi gas rumah kaca global.

Selain itu juga, limbah makanan juga secara tidak langsung akan meningkatkan permintaan lahan untuk pertanian yang berarti meningkatkan penggunaan air.

Data PBB menunjukkan bahwa 690 juta orang tidur dalam keadaan lapar. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat tajam akibat pandemi virus corona saat ini.

Sekitar 3 miliar orang diperkirakan tak mampu membeli makanan sehat.

“Mengurangi limbah makanan sangat penting dan semua individu memiliki peran penting.

Daripada berfokus pada rantai pasokan makanan, kita perlu menangani sampah makanan di dalam rumah dengan kampanye perubahan perilaku,” kata Richard Swannell dari WRAP. (kompas. com)

Berita Populer
Editor: Muliadi Gani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved