Jumat, 8 Mei 2026

Kelor, si Kecil Tanaman Super

Daun kelor (Moringa oleifera) secara tradisional dikenal masyarakat dapat mengusir setan. Terlepas dari mitos tersebut, daun kelor sebenarnya kaya...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: ANTARA
Pekerja menunjukkan daun kelor yang baru saja dipanen di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah. Selain digunakan sebagai pagar alami rumah, kelor di Palu juga semakin berkembang menjadi andalan ekspor yang mendunia. 

PROHABA.CO - Daun kelor (Moringa oleifera) secara tradisional dikenal masyarakat dapat mengusir setan.

Terlepas dari mitos tersebut, daun kelor sebenarnya kaya manfaat bagi kesehatan.

Tak heran, bahan pangan satu ini disebut superfood.

Bahkan, Organisasi Pangan Dunia Food and Agriculture Organization (FAO) sempat memasukkan kelor sebagai Crop of the Month pada tahun 2018.

Apa sih daun kelor, dari mana asalnya, dan apa saja manfaatnya?

Berikut serba-serbi daun kelor yang telah dirangkum untuk Anda.

Mengutip laman resmi Kementerian Pertanian-Direktorat Jenderal Perkebunan, perbenihan.ditjenbun.pertanian.go.id, kelor merupakan tanaman multiguna.

Kelor dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan air laut (mdpl).

Kelor menyebar mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Tak Terdeteksi Tes PCR

Ciri-ciri kelor

Kelor memiliki batang berkayu (lignosus), tegak, berwarn putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar.

Tinggi tanaman dapat mencapai 10 meter dengan percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring.

Kelor memiliki daun majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling, beranak daun gasal (imparipinnatus).

Buahnya berbentuk panjang bersegi tiga, panjang 20-60 cm.

Buahnya yang muda berwarna hijau, setelah tua jadi cokelat, bentuk biji bulat berwarna cokelat kehitaman, berbuah setelah berumur 12-16 bulan. 

Akarnya tunggang, berwarna putih, membesar seperti lobak.

Selain digunakan sebagai pagar alami rumah, kelor makin berkembang bahkan menjadi andalan ekspor yang mendunia. Orang Amerika menyebutnya amazing tree.

Budi daya kelor

Kelor dapat tumbuh subur jika ditanam di area yang memenuhi syarat berikut: Iklim: Tropis atau subtropis.

Ketinggian: 0-000 meter dpl (sebaiknya di bawah 300 mdpl). Suhu: 25-35 derajat Celsius.

Baca juga: Seperenam Makanan di Dunia Masuk Tong Sampah

Curah hujan: 250 mm-2000 mm per tahun.

Pengaturan air yang baik diperlukan jika curah hujan kurang dari 800 mm.

Tipe tanah: berpasir atau lempung berpasir (porous/berpori). pH Tanah: 5-9. Untuk menanam kelor, pilih daerah yang tanahnya berpengairan.

Hal ini membantu untuk membuang kelebihan air dari tanah dan memungkinkan pertukaran bebas dari gas antara atmosfer dan partikel tanah.

Hindari tanah liat yang menjadi lengket ketika basah dan sangat keras saat kering.

Usahakan pilih tanah yang tidak terdapat banyak rayap dan harus berada di daerah terbuka yang menerima sinar matahari penuh.

Areal tanaman harus dilindungi dari hewan berkeliaran bebas oleh pagar alami atau buatan yang memadai.

Berdasarkan pengalaman petani, lebih dekat ke pantai, tanaman kelor tumbuh lebih baik.

Kelor sangat mudah ditanam, baik dengan menggunakan setek maupun biji.

Perbanyakan dengan setek cenderung memberikan produksi biomas yang lebih banyak karena tanaman cenderung menghasilkan banyak cabang yang rimbun.

Baca juga: Ilmuwan Hendak Bikin Kapal Nabi Nuh di Bulan

Perbanyakan dengan biji menyebabkan tanaman cenderung tumbuh ke atas dengan batang utama dan percabangan yang sedikit.

Setek batang

Perbanyakan dengan batang membutuhkan batang setek dengan tinggi antara 0,5-1,5 m disesuaikan dengan kebutuhan dan diameter 4-5 cm.

Penanaman dengan membuat lubang sedalam 10-15 cm dan dihindari melakukan tujak langsung yang dapat merusak bagian kulit ujung batang sehingga mengganggu tempat pertumbuhan perakaran.

Batang setek yang digunakan sebaiknya berasal dari tanaman yang sehat dan berumur lebih dari enam bulan.

Tanaman yang berasal dari setek batang, tidak akan memiliki sistem akar yang mendalam dan akan lebih sensitif terhadap angin dan kekeringan.

Setek batang juga lebih sensitif terhadap serangan rayap.

Benih/biji kelor

Tanaman yang diperbanyak dengan biji mempunyai pertumbuhan yang sangat lamban pada awal, karena pertumbuhan lebih kepada pengembangan akar, sehingga tanaman sangat rentan terhadap persaingan dengan gulma.

Baca juga: Siapa pun Bisa Tertular Covid-19 dari Makanan

Tanaman perlu disiangi dengan teratur, tetapi setelah akar bertumbuh dengan baik, tanaman menjadi lebih kokoh, tumbuh dengan cepat, tahan kekeringan, dan mampu mengasilkan biomas daun yang tinggi.

Budi daya komersial, sebaiknya menggunakan perbanyakan dengan biji, perlu dilakukan beberapa perlakuan untuk dapat mempercepat pertumbuhan kelor yang ditanam dengan biji.

Si kecil pangan super

Diberitakan Kompas.com, 17 Januari 2020, dalam buku Tanaman Kelor: Nilai Gizi, Manfaat, dan Potensi Usaha (2018) oleh FG Winarno, kelor termasuk satu di antara delapan megasuperfood (pangan super).

Superfood merupakan pangan fungsional yang bergizi tinggi dan kaya fitokimia yang bermanfaat bagi tubuh dan kesehatan.

Dengan reputasinya yang sudah dipercaya sejak bertahun-tahun silam, daun kelor juga dipercaya punya segudang manfaat.

Berikut khasiat daun kelor untuk kesehatan yang sudah terbukti secara ilmiah.

Daun kelor adalah sumber vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh.

Kaya akan antioksidan; membantu menurunkan kadar gula darah; mengandung isotiosianat yang merupakan zat antiperadangan.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Berpeluang Muncul Lagi

Tumbuhan ini dipercaya dapat membantu meredakan peradangan yang terjadi di tubuh.

Dapat membantu menurunkan kolesterol; dapat melindungi tubuh dari racun arsenik; membantu mengatasi kanker.

Kandungan antioksidan serta zat-zat kimia yang ada dalam daun kelor, dipercaya dapat meredakan stres dan peradangan di otak.

Hal ini membuatnya baik untuk meningkatkan daya ingat.

Ekstrak daun kelor, disebut berpotensi mengatasi dislipidemia, salah satu jenis penyakit jantung akibat naiknya kadar kolesterol serta trigliserida di tubuh.

Kandungan zat besi yang cukup tinggi di dalam daun kelor membuatnya dipercaya dapat membantu mencegah anemia.

Juga dapat membantu meredakan infeksi yang terjadi akibat bakteri.

Dapat membantu meningkatkan kadar antioksidan pada wanita yang telah mengalami menopause.

Baik pula untuk anak yang malnutrisi, bahkan stunting. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved