Selasa, 7 April 2026

Jejak Manusia Modern Homo Sapiens Terlacak di Eropa

PARA ilmuwan mengekstraksi sisa-sisa fosil yang ditemukan dalam sebuah gua di Bulgaria. Mereka menemukan jejak Homo sapiens atau manusia modern...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: MPI-EVA via REUTERS
Penggalian Homo sapiens di Gua Bacho Kiro, Bulgaria. Penemuan ini mengungkap jejak manusia modern paling awal saat jelajahi Eropa. 

PROHABA.CO - PARA ilmuwan mengekstraksi sisa-sisa fosil yang ditemukan dalam sebuah gua di Bulgaria.

Mereka menemukan jejak Homo sapiens atau manusia modern paling awal saat jelajahi Eropa.

DNA yang diekstraksi itu berasal dari sisa-sisa tiga manusia modern yang hidup sekitar 45.000 tahun lalu di Gua Bacho Kiro, dekat Kota Dryanovo, Bulgaria, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (9/4/2021).

Temuan ini mengungkapkan kejutan tentang beberapa populasi Homo sapiens paling awal yang menjelajah ke Eropa, termasuk kawin silang ekstensif dengan manusia purba Neanderthal dan hubungan genetik dengan nenek moyang Asia Timur saat ini.

Para ilmuwan telah mengurutkan genom ketiga manusia modern ini dan kesemuanya laki-laki.

Pengurutan genom atau sequensing genom dilakukan dengan menggunakan DNA yang diperoleh dari molar dan fragmen tulang yang ditemukan di goa tersebut.

Selain itu, ilmuwan juga mengurutkan DNA pada Homo sapiens berjenis kelamin perempuan yang hidup sekitar 35.000 tahun lalu di situs yang sama.

Spesies manusia modern yang pertama kali muncul di Afrika, yakni sekitar 300.000 tahun lalu dan kemudian mereka melakukan perjalanan ke bagian dunia lain.

Baca juga: Mengapa Beruang Tak Takut pada Manusia?

Dalam perjalanan, sesekali mereka bertemu dengan manusia purba Neanderthal, sepupu dekat manusia modern, yang sudah lebih dulu mendiami bagian Eurasia.

Tiga manusia modern yang ditemukan di Gua Bacho Kiro mewakili individu Homo sapiens tertua di Eropa.

Ketiganya memiliki 3 persen hingga 3,8 persen DNA dari Neanderthal.

Ahli genetika dari Francis Crick Institute di London, Inggris, Mateja Hajdinjak mengatakan adanya bukti bahwa terjadi kawin silang dari ketiga individu tersebut.

Penulis utama studi yang telah diterbitkan di jurnal Nature ini menjelaskan bahwa perkawinan silang antara Homo sapiens dan Neanderthal terjadi sebelum kepunahan Neanderthal sekitar 40.000 tahun lalu telah ditunjukkan sebelumnya.

Dengan populasi manusia saat ini, di luar Afrika, memiliki persentasi DNA Neanderthal yang cukup kecil.

Ilmuwan menilai bahwa prevalensi perkawinan silang ini dan hubungan mereka, serta dinamika kekuatan antara Homo sapiens dan Neanderthal lebih sulit untuk dipahami.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved