Kamis, 23 April 2026

Jejak Manusia Modern Homo Sapiens Terlacak di Eropa

PARA ilmuwan mengekstraksi sisa-sisa fosil yang ditemukan dalam sebuah gua di Bulgaria. Mereka menemukan jejak Homo sapiens atau manusia modern...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: MPI-EVA via REUTERS
Penggalian Homo sapiens di Gua Bacho Kiro, Bulgaria. Penemuan ini mengungkap jejak manusia modern paling awal saat jelajahi Eropa. 

Termasuk peran apa pun yang dimainkan spesies manusia modern ini dalam kepunahan Neanderthal.

Baca juga: Maskapai Dilarang Angkut Penumpang 6-17 Mei 2021

Studi baru menunjukkan kawin silang lebih umum daripada yang sebelumnya diketahui untuk Homo sapiens pertama di Eropa.

"Ini adalah 'pengamatan yang luar biasa' baru-baru ini, bahwa ketiga individu memiliki nenek moyang Neanderthal dalam sejarah keluarga mereka," kata ahli genetika dan rekan penulis studi Svante Paabo, Direktur Institut Max Planck untuk Antropologi Evolusi di Jerman.

"Hal ini memungkinkan manusia modern paling awal sering bercampur dengan Neanderthal ketika mereka bertemu," imbuhnya.

Bahkan mungkin saja ada sebagian alasan mengapa Neanderthal menghilang atau punah adalah karena mereka hanya terserap ke dalam kelompok manusia modern yang lebih besar.

"Ini mungkin hanya sebagian dari alasan mereka menghilang, tetapi datanya mendukung skenario seperti itu," jelas Paabo.

Para peneliti mendeteksi kontribusi genetik di antara orang-orang masa kini dari kelompok yang termasuk ketiga ini, tetapi secara tak terduga itu ditemukan bukan dari Eropa, melainkan dari Asia Timur, termasuk Cina.

Ini menunjukkan bahwa beberapa orang dari kelompok ini akhirnya menuju ke timur.

Baca juga: Sinar Matahari Bisa Merusak Virus Corona Lebih Cepat

"Studi ini menggeser pemahaman kami sebelumnya tentang migrasi manusia purba ke Eropa dengan cara yang menunjukkan bagaimana bahkan sejarah paling awal dari manusia modern di Eropa mungkin penuh gejolak dan melibatkan penggantian populasi," kata Hajdinjak.

Gagasan penggantian populasi diilustrasikan oleh fakta bahwa individu berusia 35.000 tahun dari Gua Bacho Kiro, termasuk dalam kelompok yang secara genetik tidak terkait dengan penghuni situs tersebut sebelumnya.

Studi lain yang diterbitkan pada hari Rabu di jurnal Nature Ecology and Evolution menjelaskan lebih banyak tentang populasi awal Homo sapiens di Eropa.

Para ilmuwan mengurutkan genom perempuan Homo sapiens menggunakan DNA yang diekstrak dari tengkorak yang ditemukan di sebuah situs di barat daya Praha di Republik Ceko.

Dia diyakini hidup lebih dari 45.000 tahun yang lalu, meskipun upaya penanggalan radiokarbon untuk menentukan tanggal pasti tidak berhasil.

Neanderthal dan memiliki sifat genetik yang menunjukkan dia memiliki kulit gelap dan mata gelap, kata ahli genetika Kay Prufer dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, penulis utama studi tersebut.

"Tengkoraknya menunjukkan bukti digerogoti oleh predator, mungkin seekor hyena," kata Prufer.

Kelompoknya, berbeda dengan yang ditemukan di Bulgaria, tampaknya kelompok manusia purba ini telah punah tanpa meninggalkan keturunan genetik di antara orang-orang zaman modern, Homo sapiens. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved