Minggu, 10 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Iran Buru 11.000 Tentara Amerika di Timur Tengah, Warga Diminta Laporkan Keberadaan Mereka

IRGC menyerukan warga di sejumlah negara Arab untuk membantu mengidentifikasi keberadaan pasukan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
TANGKAPAN LAYAR/MILITER IRAN
RUDAL - Pasukan Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz, 31 Desember 2022. Selat Hormuz kini menjadi titik konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat. (TANGKAPAN LAYAR/MILITER IRAN) 

Ringkasan Berita:
  • Organisasi intelijen Garda Revolusi Iran meminta warga negara Arab melaporkan keberadaan pasukan Amerika di Timur Tengah dan tidak memberi mereka penginapan.
  • Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke berbagai pangkalan militer AS, dengan sedikitnya 17 lokasi mengalami kerusakan serta menimbulkan korban jiwa.
  • Infrastruktur radar dan sistem pertahanan rudal AS ikut rusak, namun analis menilai kemampuan militer Amerika tetap kuat berkat jaringan cadangan intelijen dan sensor yang berlapis.

 

PROHABA.CO, TEHERAN – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan seruan kepada warga di sejumlah negara Arab. 

IRGC menyerukan warga di sejumlah negara Arab untuk membantu mengidentifikasi keberadaan pasukan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. 

Dalam pernyataan yang beredar, IRGC menyebut sekitar 11.000 tentara Amerika berada di berbagai negara di kawasan tersebut.

Sebagian di antaranya dilaporkan tinggal di hotel maupun akomodasi pribadi.

Misalnya, di apartemen. IRGC meminta warga untuk tidak memberikan tempat tinggal kepada personel militer Amerika dan segera melaporkan jika mengetahui lokasi keberadaan mereka.

Warga juga diminta mengirimkan informasi secara akurat melalui aplikasi pesan Telegram.

Seruan ini muncul di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). 

Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk.

Baca juga: Usai Pernyataan Mojtaba, Iran Luncurkan Rudal Hipersonik Berhulu Ledak Satu Ton ke Israel

Dalam pesan tersebut, IRGC menuduh Amerika Serikat berupaya menggunakan warga negara di kawasan Teluk sebagai “perisai manusia.”

Mereka juga memperingatkan warga agar menjauhi lokasi yang ditempati pasukan AS karena berpotensi menjadi target serangan Iran.

Serang pangkalan AS Sejak konflik memanas, Iran dilaporkan telah meluncurkan drone dan rudal ke berbagai target militer Amerika di Timur Tengah.

Analisis yang dilakukan oleh The New York Times pada 11 Maret 2026 menyebutkan sedikitnya 17 lokasi milik Amerika Serikat mengalami kerusakan sejak konflik dimulai.

Beberapa fasilitas militer yang menjadi sasaran Iran, antara lain:

- Prince Sultan Air Base di Arab Saudi;

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved