Konflik Amerika vs Iran
Iran Buru 11.000 Tentara Amerika di Timur Tengah, Warga Diminta Laporkan Keberadaan Mereka
IRGC menyerukan warga di sejumlah negara Arab untuk membantu mengidentifikasi keberadaan pasukan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah
Ringkasan Berita:
- Organisasi intelijen Garda Revolusi Iran meminta warga negara Arab melaporkan keberadaan pasukan Amerika di Timur Tengah dan tidak memberi mereka penginapan.
- Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke berbagai pangkalan militer AS, dengan sedikitnya 17 lokasi mengalami kerusakan serta menimbulkan korban jiwa.
- Infrastruktur radar dan sistem pertahanan rudal AS ikut rusak, namun analis menilai kemampuan militer Amerika tetap kuat berkat jaringan cadangan intelijen dan sensor yang berlapis.
PROHABA.CO, TEHERAN – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan seruan kepada warga di sejumlah negara Arab.
IRGC menyerukan warga di sejumlah negara Arab untuk membantu mengidentifikasi keberadaan pasukan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.
Dalam pernyataan yang beredar, IRGC menyebut sekitar 11.000 tentara Amerika berada di berbagai negara di kawasan tersebut.
Sebagian di antaranya dilaporkan tinggal di hotel maupun akomodasi pribadi.
Misalnya, di apartemen. IRGC meminta warga untuk tidak memberikan tempat tinggal kepada personel militer Amerika dan segera melaporkan jika mengetahui lokasi keberadaan mereka.
Warga juga diminta mengirimkan informasi secara akurat melalui aplikasi pesan Telegram.
Seruan ini muncul di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk.
Baca juga: Usai Pernyataan Mojtaba, Iran Luncurkan Rudal Hipersonik Berhulu Ledak Satu Ton ke Israel
Dalam pesan tersebut, IRGC menuduh Amerika Serikat berupaya menggunakan warga negara di kawasan Teluk sebagai “perisai manusia.”
Mereka juga memperingatkan warga agar menjauhi lokasi yang ditempati pasukan AS karena berpotensi menjadi target serangan Iran.
Serang pangkalan AS Sejak konflik memanas, Iran dilaporkan telah meluncurkan drone dan rudal ke berbagai target militer Amerika di Timur Tengah.
Analisis yang dilakukan oleh The New York Times pada 11 Maret 2026 menyebutkan sedikitnya 17 lokasi milik Amerika Serikat mengalami kerusakan sejak konflik dimulai.
Beberapa fasilitas militer yang menjadi sasaran Iran, antara lain:
- Prince Sultan Air Base di Arab Saudi;
Iran
Amerika Serikat
Israel
IRGC
Iran Buru Tentara Amerika
Iran Buru Tentara Amerika di Timur Tengah
serangan
Rudal
Prohaba.co
| Iran Tegas: Selat Hormuz Tak Dibuka Selama AS Masih Blokade Laut |
|
|---|
| DonaldTrump Mendadak Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran |
|
|---|
| Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, IRGC Tuding AS Blokade Laut |
|
|---|
| Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran Buka Akses Selat Hormuz, Trump Ucap Terima Kasih |
|
|---|
| Negosiasi AS–Iran di Pakistan Gagal, Donald Trump Hadapi Pilihan Sulit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Pasukan-Iran-menembakkan-rudal-dalam-latihan-militer-di-Pantai-Makran-Teluk-Oman.jpg)