Breaking News:

Internasional

Dosis Vaksin Segera Kedaluwarsa, Palestina Batalkan Pertukaran Vaksin Pfizer dengan Israel

Otoritas Palestina mengumumkan telah membatalkan perjanjian pertukaran vaksin Pfizer dengan Israel, mengingat dosis vaksin tersebut segera kadaluarsa

Editor: IKL
Anadolu Agency
Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh pada hari Rabu (24/3/2021). 

PROHABA.CO -  Rencana  Israel mentransfer sekitar 1 juta dosis vaksin virus corona ke Palestina nampaknya belum bisa terwuju.

Pihak otoritas Palestina belum bisa menerima rencana baik israel tersebut.

Otoritas Palestina (PA) mengumumkan telah membatalkan perjanjian pertukaran vaksin Pfizer dengan Israel, mengingat dosis vaksin tersebut akan segera kedaluwarsa.

Melansir Al Jazeera, pejabat Palestina mendapat kecaman keras di media sosial setelah perjanjian itu diumumkan.

Banyak yang menuduh mereka menerima vaksin di bawah standar dan menyebut vaksin itu mungkin tidak efektif.

"Setelah tim teknis di Kementerian Kesehatan memeriksa batch pertama vaksin Pfizer yang diterima malam ini dari Israel, menjadi jelas bahwa 90.000 dosis yang diterima tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam perjanjian," kata juru bicara PA Ibrahim Melhem dalam konferensi pers dengan Menteri Kesehatan PA Mai al-Kaila, Jumat (18/6/2021).

"Oleh karena itu, Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh menginstruksikan menteri kesehatan untuk membatalkan perjanjian dengan pihak Israel tentang pertukaran vaksin dan mengembalikan jumlah yang diterima hari ini ke Israel."

Sebelumnya pada Jumat (18/6/2021), Israel mengatakan akan mentransfer sekitar 1 juta dosis vaksin virus corona yang akan segera kedaluwarsa ke Palestina.

Dengan imbalan jumlah dosis baru yang sama yang diharapkan akan diterima oleh Palestina akhir tahun ini.

"Israel telah menandatangani perjanjian dengan Otoritas Palestina, dan akan memasok sekitar satu juta dosis vaksin Pfizer yang akan segera kedaluwarsa," kata kantor Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dalam sebuah pernyataan bersama dengan kementerian pertahanan dan kesehatan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved