Rabu, 15 April 2026

Ikan Buntal, 1.200 Kali Lebih Beracun Dibanding Sianida

Sebanyak 13 warga Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikabarkan keracunan ikan buntal...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
IKAN buntal jenis ikan beracun. Di Jepang, ikan ini dinamakan fugu dan sering diolah jadi sashimi. 

PROHABA.CO - Sebanyak 13 warga Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikabarkan keracunan ikan buntal.

Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tc Hillers Maumere.

Sebagaimana dilaporkan Kompas. com, Senin (28/6/2021), empat orang di antaranya meninggal dunia akibat mengonsumsi ikan buntal.

Sedangkan delapan orang masih dalam perawatan dan satu orang sudah dipulangkan.

Kasus keracunan ikan buntal di NTT ini mengingatkan kita kembali bahwa ikan buntal memiliki senjata mengerikan di balik bentuknya yang bisa dibilang cukup menggemaskan.

Ikan buntal (Tetraodontidae) yang sering ditemukan mungkin hanya sebesar cangkir teh, tapi ikan ini bisa tumbuh hingga 3 kaki atau sekitar 0,91 meter.

Dilansir dari National Geographic, para ahli biologi berpendapat bahwa gaya berenang ikan buntal sangat lambat.

Pergerakannya yang tidak lincah membuat ikan buntal rentan terhadap predator.

Baca juga: 3 Varian Olahan Ikan Depik Khas Gayo Beserta Resepnya

Sebagai gantinya, ikan buntal memiliki perut sangat elastis yang mampu menelan air dan udara dalam jumlah besar dengan cepat.

Hal inilah yang membuatnya bisa mengubah diri menjadi bola yang hampir tidak dapat dimakan.

Beberapa spesies juga memiliki duri di kulit mereka untuk membuatnya semakin tidak enak jika dimakan.

Predator yang berhasil menangkap ikan buntal sebelum mengembang, sangat tidak beruntung, karena ikan buntal merupakan salah satu hewan paling beracun di laut.

Hampir semua ikan buntal mengandung tetrodotoxin, zat yang sering mematikan bagi ikan dan juga manusia.

Bagi manusia, tetrodotoxin memiliki kadar racun 1.200 kali lebih banyak dibanding sianida.

Ada cukup racun dalam satu ikan buntal untuk membunuh 30 manusia dewasa dan sejauh ini belum ada penawar yang diketahui.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved