Ikan Buntal, 1.200 Kali Lebih Beracun Dibanding Sianida
Sebanyak 13 warga Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikabarkan keracunan ikan buntal...
Populasi Lebih dari 120 spesies ikan buntal di seluruh dunia.
Sebagian besar ditemukan di perairan laut tropis dan subtropis, tapi beberapa spesies hidup di air payau bahkan air tawar.
Ikan buntal memiliki tubuh panjang dan meruncing dengan kepala bulat.
Baca juga: Pria Pencari Lobster Ditelan Ikan Paus, Selamat Setelah Dimuntahkan
Beberapa spesies memiliki warna cerah untuk “menginformasikan” racun yang dimilikinya.
Kendati demikian, ada juga ikan buntal dengan warna pucat atau samar untuk berbaur dengan lingkungan mereka.
Mereka adalah ikan tanpa sisik dan biasanya memiliki kulit kasar hingga runcing.
Semuanya memiliki empat gigi yang menyatu menjadi bentuk seperti paruh. Makanan ikan buntal Makanan ikan buntal sebagian besar mencakup invertebrata dan ganggang.
Spesimen besar bahkan akan retak dan memakan kerang, remis, dan kerang dengan paruhnya yang keras.
Ikan buntal beracun diyakini menyintesis racun mematikan mereka dari bakteri pada hewan yang mereka makan.
Kendati ikan buntal sangat beracun, tapi hewan ini memiliki daging yang dianggap lezat.
Ikan yang disebut fugu di Jepang itu, harganya sangat mahal dan hanya disiapkan oleh koki terlatih dan berlisensi.
Sebab, salah potong ikan buntal hampir pasti akan membuat pelanggannya meninggal dunia.
Faktanya, banyak kematian seperti itu terjadi setiap tahun.
Di Aceh, ikan buntal ini sangat sering terjaring di pukat nelayan dan selalu dibuang, karena nelayan Aceh umumnya tahu bahwa ikan ini beracun. (kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/ikan-buntal-jenis-ikan-beracun.jpg)