Breaking News:

Suami ‘Gudangkan’ Ganja di Kamar, Istri Ketiban Sial

MH (33), ibu rumah tangga (IRT) asal Gampong Kiran, Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya (Pijay) ketibang sial. Sejak Selasa (12/7/2021) malam ia ...

Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/ DOK SATNARKOBA POLRES PIJAY
MH memperlihatkan barang bukti berupa ganja seberat 500 gram dalam bungkusan plastik kain, Rabu (14/7/2021), di ruang Satres Narkoba Polres Pidie Jaya. 

PROHABA, MEUREUDU - MH (33), ibu rumah tangga (IRT) asal Gampong Kiran, Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya (Pijay) ketibang sial.

Sejak Selasa (12/7/2021) malam ia ditangkap petugas Reserse Narkoba Polres setempat setelah diketahui bahwa suaminya ‘nenggudangkan’ narkoba jenis ganja di dalam kamar tidur mereka.

“Barang bukti yang berhasil disita dari IRT ini 500 gram,” sebut Kapolres Pijay, AKBP Musbagh Ni’am SAg SH MH melalui Kasat Narkoba, Iptu Rahmat SH kepada Prohaba, Rabu (14/7/2021).

Menurut Rahmat, penangkapan MH dilakukan setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa selama ini transaksi barang haram jenis “bakong ijoe” itu kerap dilakukan di rumah MH sehingga meresahkan masyarakat.

Atas dasar itu, pihak kepolisian langsung merespons pengaduan warga. Aparat Satnarkoba bersama aparatur gampong mendatangi kediaman MH untuk mengamankan yang bersangkutan berikut barang bukti kejahatannya.

Baca juga: Diduga Miliki Ganja, Dua Petani Asal Nagan Raya dan Abdya Ditangkap

Saat penggeledahan, tersangka MH sempat menolak saat aparat hendak memeriksa berbagai sudut rumahnya.

Ternyata di salah satu titik kamar MH aparat mendapatkan satu bungkusan plastik yang ternyata berisi ganja kering.

“Akhirnya MH mengakui bahwa bakong ijo itu milik suaminya yang tidak berada di tempat

. Lalu ibu rumah tangga tersebut bersama barang bukti ganja diamankan di mapolres,” jelasnya.

Rahmat menambahkan, atas perbuatannya tersangka pelaku dijerat penyidik dengan Pasal 111 ayat (1) juncto Pasal 114 ayat (1), (2) juncto Pasal 115 ayat (1) Undang- Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana paling singkat lima tahun.

“Ancaman tertingginya paling lama 20 tahun penjara,” ujar Iptu Rahmat. (c43)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved