Penyintas Covid Kemungkinan Mengalami Disfungsi Kognitif
Sudah hampir dua tahun Covid-19 menyebar ke seluruh dunia, tapi penyakit ini belum benar-benar dipahami. Termasuk mengenai efek jangka panjangnya ...
Lebih dari setengah populasi yang diteliti menunjukkan gejala yang persisten berupa pikun.
Sebesar seperempat di antaranya memiliki masalah kognitif berupa disfungsi bahasa.
Semua masalah ini berkaitan dengan menurunnya fungsi penciuman.
Namun, tidak berpengaruh berdasarkan derajat keparahan Covid-19 yang diderita.
Terdapat ‘biological marker’ tertentu di dalam darah yang menunjukkan seseorang mengalami trauma otak, neuroinflamasi, dan penyakit Alzheimer.
Baca juga: Masyarakat Aceh Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19
Para peneliti menguji beberapa zat ini di dalam darah pasien yang telah sembuh Covid-19.
Hasilnya, ‘biological marker’ tersebut pada pasien Covid-19 cukup tinggi.
Ini menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, Covid-19 bisa mempercepat penyakit Alzheimer.
Namun, masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk mengetahui lebih dalam mengenai teori ini.
Pasien Covid-19 setelah sembuh mengalami berbagai disfungsi kognitif.
Peneliti asal University of Thessaly memeriksa kesehatan pasien Covid-19 dengan gejala ringan sampai berat yang telah sembuh.
Hasilnya, sebanyak 56,2 persen mengalami penurunan kognitif.
Angka tes kognitif mereka semakin memburuk jika dikaitkan dengan semakin tua usia, serta lingkar perut pasien.
Pasien menunjukkan saturasi oksigen yang lebih rendah setelah tes berjalan kaki selama enam menit.
Selain itu, pasien juga menunjukkan kondisi fisik yang tidak prima.
Maka patuhilah protokol kesehatan secara sungguh-sungguh agar Anda tak tertular Covid-19. (kompas.com)
Baca juga: Siapa yang Berisiko Terinfeksi Covid-19 Setelah Divaksin?
Baca juga: Corona Varian Lambda Lebih Menular dan Kebal Vaksin Covid
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/covid.jpg)