Breaking News:

Peternakan

Harga Pakan Meningkat Drastis, Peternak di Sumut Alami Kerugian

Para peternak di Sumatera Utara saat ini 'menjerit' lantaran terus mengalami kerugian sejak awal tahun ini.

Editor: IKL
HO / Tribun Medan
Ketua Asosiasi Perhimpunan Peternak Petelur Sumatera Utara (P3SU), Fadhillah Boy saat berada di peternakan miliknya beberapa waktu lalu. 

PROHABA.CO, MEDAN - Para peternak di Sumatera Utara saat ini 'menjerit' lantaran terus mengalami kerugian sejak awal tahun ini.

Ketua Asosiasi Perhimpunan Peternak Petelur Sumatera Utara (P3SU), Fadhillah Boy bahkan mengungkapkan saat ini harga pakan ternak melambung tinggi.

Berdasarkan data dari Fadhillah, saat ini bahan baku jagung untuk ternak seharga Rp5800, padahal sebelumnya masih berada di harga Rp 3500an.

Terkait hal ini,diketahui bahwa melambungnya pakan ternak ini lantaran masih tertutupnya keran impor bahan baku jagung dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

"Harganya luar biasa ini naiknya. Beberapa kenaikan harga jagung ini, kalau dulu masih dibuka keran impor jagung dari luar, sekarang ini gak dikasih impor lagi, kita juga gak paham alasannya. Sedangkan kita saat ini posisinya defisit, bukan surplus," ungkap Fadhillah, Senin (27/9/2021).

Sementara itu, Fadhillah menyayangkan bahwa disaat harga pakan ternak melambung tinggi, justru harga telur di pasaran saat ini mengalami penurunan.

"Harga produksi naik, harga BIP naik sementara harga telur menurun tajam," ujarnya. 

Adapun harga telur rata-rata di beberapa pasar kota Medan saat ini berada di harga Rp22 ribuan per kg, sedangkan untuk harga normal biasa dipatok seharga Rp 28-30 ribuan.

Di sisi lain, saat ini kendala yang dihadapi peternak bukan hanya harga bahan baku yang melambung namun juga kesulitan untuk mendapatkan stok. 

"Ditutupnya keran impor dan mengandalkan produk lokal, nyatanya juga tetap kurang. Kita kadang mesti jemput bola ke perusahan jagung yang barangnya kurang terus. Kita bahkan harus kasih jaminan dulu, kalau tidak ya barangnya tidak ada. Yang saya herankan, kenapa pemerintah menahan impor," kata Fadhillah.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved