Jumat, 10 April 2026

Internasional

Perang Dunia Ketiga Bisa Pecah Kapan Saja

Cina memperingatkan Perang Dunia Ketiga dapat terjadi “kapan saja”, setelah mengirim lusinan pesawat tempur ke wilayah udara Taiwan...

Editor: Muliadi Gani
REUTERS/ANN WANG
Peluncur roket ganda Thunderbolt-2000 menembakkan rudal dalam rangka latihan perang Han Kuang guna melawan invasi musuh. Latihan diadakan di Taichung, Taiwan, pada Kamis (16/7/2020). 

PROHABA.CO, BEIJING - Cina memperingatkan Perang Dunia Ketiga dapat terjadi “kapan saja”, setelah mengirim lusinan pesawat tempur ke wilayah udara Taiwan.

Sebuah artikel di surat kabar Global Times yang didukung pemerintah Cina pada Selasa (5/10) mengatakan bahwa “kolusi” antara Amerika Serikat (AS) dan Taiwan begitu berani, sehingga situasinya “hampir tak memberi ruang untuk bermanuver, mengarah ke tepi pertarungan.

” Tulisan itu mengeklaim orang-orang Cina siap untuk mendukung perang habishabisan dengan AS, dan memperingatkan Taiwan agar tidak “bermain api”, menurut laporan Daily Mail pada Rabu (6/10).

Hampir 150 pesawat tempur Cina menembus wilayah udara Taiwan sejak Jumat (1/10), termasuk 56 jet pada Senin (4/10), dalam eskalasi dramatis agresi Cina terhadap pulau demokrasi yang memiliki pemerintahan sendiri.

Presiden AS Joe Biden mengatakan dia telah berbicara dengan Presiden Cina Xi Jinping tentang Taiwan.

Mereka, kata dia, setuju untuk mematuhi perjanjian Taiwan seiring peningkatan ketegangan yang terus berlanjut antara Taipei dan Beijing.

"Saya sudah berbicara dengan Xi tentang Taiwan.

Kami setuju ... kami akan mematuhi perjanjian Taiwan," kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa (5/10).

Namun, panggilan itu terjadi pada 9 September, dan tidak jelas kesepakatan apa yang dia maksud.

Baca juga: Taiwan Siap Perang untuk Melawan Cina

Biden kemungkin mengacu pada kebijakan lama Washington, di mana AS secara resmi mengakui Beijing daripada Taipei, dan Taiwan Relations Act.

Kesepakatan itu memperjelas keputusan AS untuk membangun hubungan diplomatik dengan Beijing alih-alih Taiwan, yang bertumpu pada harapan bahwa masa depan Taiwan akan ditentukan dengan cara damai.

Presiden Taiwan Tsai Ingwen pada Selasa (5/10/2021) bersumpah akan “melakukan apa pun yang diperlukan”, untuk menjaga Taiwan dari invasi.

Di saat yang sama, dia menunjukkan bahwa tanpa bantuan dari sekutu negara itu, “otoritarianisme lebih unggul daripada demokrasi.

Panasnya ketegangan Taiwan- Cina ini terjadi ketika kapal induk Inggris HMS Queen Elizabeth ('Big Lizzie') berlayar di Laut Filipina, dalam latihan bersama dengan dua kapal induk AS: USS Ronald Reagan dan USS Carl Vinson dan kapal perusak helikopter Jepang JS Ise.

Armada, yang juga mencakup sejumlah kapal perang dari enam negara berbeda secara total, berlatih bersama selama akhir pekan di kawasan itu di tengah meningkatnya ketegangan.

Baca juga: Setelah Terbangkan 25 Pesawat, Lagi, Cina Kerahkan 39 Jet Tempur ke Taiwan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved