Meteor Diduga Jatuh di Aceh, Peneliti Lapan Beri Penjelasan
Sebuah video viral yang memperlihatkan cahaya merah yang diduga meteor jatuh dan pecah di langit Aceh membuat warga heboh...
Perbedaan bola api dengan bolide adalah bola api tidak disertai dengan suara ledakan ataupun dentuman seperti gemuruh, sedangkan bolide disertai dengan suara dentuman.
Saat ini memang sedang aktif hujan meteor Orionid sejak 2 Oktober hingga 7 November mendatang (puncaknya 21 Oktober), yang dapat disaksikan sejak pukul 10.00 WIB malam.
Selain hujan meteor Orionid, ada pula hujan meteor Epsilon Geminid.
Baca juga: Mengapa Meteorit Sering Jatuh di Indonesia Akhir-akhir Ini?
Hujan meteor Epsilon Geminid telah aktif sejak 14 Oktober dan masih akan berlangsung hingga 27 Oktober 2021, di mana puncaknya terjadi pada 19 Oktober nanti, dengan waktu pengamatan yang sama dengan Orionid.
Andi menduga, sepertinya waktu pengamatan bola kemerahan ini ketika senja, pada saat dua titik radian atau titik asal kemunculan hujan meteornya baik Orionid maupun Epsilon Geminid belum terbit.
"Ada kemungkinan berasal dari meteor sporadis, meteor yang muncul tidak dari konstelasi tertentu ataupun waktu-waktu tertenu," kata dia.
Ia tambahkan, intensitas meteor sporadis juga tidak seteratur hujan meteor yang selalu konstan setiap jamnya.
Akan tetapi, Andi berkata bahwa ini baru dugaannya saja.
Untuk memastikan apakah ini benar-benar meteor atau bukan, haruslah dikeluarkan pernyataan resmi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (kompas.com)
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG 9 Oktober 2021,Banda Aceh dan Surabaya Berpotensi Cerah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-hujan-meteor.jpg)