Minggu, 31 Mei 2026

Tahukah Anda

Ilmuwan Kembangkan Vaksin Covid Baru yang Lebih Mudah Disimpan

Vaksin-vaksin Covid-19 yang telah dikembangkan dan digunakan saat ini sebagian besar memerlukan tempat penyimpanan khusus. Namun, vaksin Covid-19 ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
Ilustrasi pengembangan vaksin Covid-19 di dunia. Ilmuwan menggunakan berbagai metode dan teknologi. Jenis vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini, antara lain, vaksin mRNA, vaksin vektor virus atau vaksin berbasis adenovirus, hingga vaksin protein S (subunit vaksin) dan inactivated vaccine. 

PROHABA.CO - Vaksin-vaksin Covid-19 yang telah dikembangkan dan digunakan saat ini sebagian besar memerlukan tempat penyimpanan khusus.

Namun, vaksin Covid-19 baru yang dikembangkan ilmuwan di Boston jauh lebih mudah disimpan.

Seperti diketahui, vaksin Pfizer dan Moderna adalah dua jenis vaksin Covid-19 yang memerlukan tempat penyimpanan dingin dan dengan kapasitas produksi yang canggih.

Sehingga, vaksin-vaksin ini meyulitkan untuk produksi dan distribusi secara luas, terutama saat didistribusikan ke negara-negara kurang berkembang.

Dilansir dari Medical Xpress, Senin (8/11/2021), para ilmuwan di Rumah Sakit Anak Boston telah melaporkan jenis vaksin baru yang berpotensi lebih mudah diproduksi dan tidak memerlukan pendinginan.

Studi itu telah dilaporkan di jurnal PNAS edisi 2 November lalu.

Para peneliti yang dipimpin Hidde Ploegh PhD dan penulis pertama Novalia Pishesha PhD, dan Thibault Harmand PhD, percaya bahwa teknologi mereka dapat membantu mengisi kesenjangan vaksinasi global.

Selain itu, mereka meyakini bahwa teknologi yang sama dapat diterapkan untuk vaksin penyakit lain.

Dalam uji coba pengembangan vaksin yang dilakukan pada tikus, vaksin Covid-19 yang dikembangkan tersebut menimbulkan respons imun yang kuat terhadap virus SARS-CoV-2 dan variannya.

Baca juga: Vaksinasi Anak Dinilai Penting, Agar Masyarakat Produktif dan Aman dari Covid-19

Vaksin tersebut juga berhasil dibeku-keringkan dan kemudian dilarutkan tanpa kehilangan kemanjurannya.

Tidak seperti vaksin Covid-19 saat ini, desain baru vaksin tersebut sepenuhnya berbasis protein, sehingga memudahkan banyak fasilitas untuk diproduksi.

Terdapat dua komponen dalam vaksin Covid-19 baru yang dikembangkan ini, antara lain antibodi yang berasal dari alpacas, yang dikenal sebagai nanobodies, dan bagian dari protein spike virus yang mengikat reseptor pada sel manusia.

"Kita juga bisa menempelkan seluruh protein spike atau bagian lain dari virus.

Dan kita dapat mengubah vaksin untuk varian SARS-CoV-2 dengan cepat dan mudah," kata Pishesha.

Badan nano adalah bagian penting dari teknologi vaksin.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved