Breaking News:

Saksi Komnas HAM: 4 Laskar FPI Dibunuh di Luar Proses Hukum

Koordinator Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Endang Sri Melani menjelaskan mengapa peristiwa ...

Editor: Muliadi Gani
KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI
Persidangan perkara dugaan pembunuhan di luar proses hukum (unlawful killing) terhadap empat anggota laskar Front Pembela Islam (FPI), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (16/11/2021). 

PROHABA.CO, JAKARTA - Koordinator Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Endang Sri Melani menjelaskan mengapa peristiwa tewasnya empat orang laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek disebut sebagai unlawful killing atau pembunuhan di luar proses hukum.

Endang menuturkan, keempat korban meninggal dunia di bawah penguasaan aparat penegak hukum tanpa prosedur.

Selain itu, kata dia, tidak ada upaya dari aparat penegak hukum untuk mencegah peristiwa tersebut.

"Peristiwa itu terjadi tanpa adanya prosedur.

Yang kami temukan, pertama, korban meninggal dunia.

Kedua, korban tersebut berada dalam penguasaan resmi dari aparat negara.

Ketiga, tidak ada upaya untuk meminimalisasi (kejadian tersebut)," kata Endang saat menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (30/11/2021).

Endang melanjutkan, polisi yang memindahkan keempat korban ke mobil lain pun tidak menerapkan prinsip kehati-hatian.

Baca juga: Komnas HAM Gali Kesaksian 3 Pegawai KPI Terkait Pelecehan

Polisi tidak memborgol keempat korban, meskipun ada tanda-tanda perlawanan dari para korban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved