Kamis, 7 Mei 2026

Tahukah Anda

Ilmuwan Jepang Ciptakan Masker Deteksi Covid-19

Tim ilmuwan di Jepang telah mengembangkan masker deteksi Covid-19 menggunakan antibodi yang diekstraksi dari burung unta.Masker ini mereka ciptakan...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
(Kyoto Prefectural University via THE GUARDIAN)
Sampel masker khusus yang telah disemprotkan ekstrak burung unta. Masker ini mendeteksi virus corona penyebab Covid-19, jika diberi sinar UV. 

PROHABA.CO, KYOTO - Tim ilmuwan di Jepang telah mengembangkan masker deteksi Covid-19 menggunakan antibodi yang diekstraksi dari burung unta.

Masker ini mereka ciptakan untuk mendeteksi paparan Covid-19 dengan sinar di bawah sinar ultraviolet atau sinar UV.

Dilansir dari The Guardian, Jumat (10/12/2021) masker tersebut dicipta oleh Yasuhiro Tsukamoto dan timnya dari Kyoto Prefectural University, di Jepang barat.

Mereka menyebut, pengujian virus corona ini dapat dilakukan di rumah dan serta berbiaya rendah.

“Kami dapat memproduksi antibodi dari burung unta secara massal dengan biaya rendah.

Ke depan, saya ingin membuat ini menjadi alat uji mudah yang dapat digunakan siapa saja,” ujar Tsukamoto seperti dilansir dari The Japan Times, Kamis (9/12/2021) .

Kendati demikian, para peneliti menjelaskan bahwa penemuan masker ini masih dalam tahap pengujian praktis.

Sebelum meneliti dan menemukan masker deteksi Covid-19, ilmuwan Jepang ini merupakan profesor kedokteran hewan yang telah mempelajari burung unta sejak lama.

Baca juga: 27 Prajurit Angkatan Udara AS Dipecat Gara-gara Menolak Vaksin Covid-19

Tsukamoto pun mencari cara untuk menyesuaikan daya kekebalan burung unta untuk melawan flu burung, alergi, maupun penyakit lainnya.

Masker bersinar deteksi Covid-19 Proses penelitian masker bersinar ini tentu tidak mudah.

Pada bulan Februari tahun lalu, Tsukamoto dan timnya menyuntikkan virus corona yang tidak aktif dan tidak mengancam ke burung unta betina.

Melalui proses awal ini, mereka berhasil mengekstraksi sejumlah besar antibodi yang berasal dari telur burung unta, yang kemudian menjadi bahan untuk pembuatan masker deteksi Covid-19 dari antibodi burung unta.

Penggunaan ekstrak antibodi burung unta didasari penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa burung memiliki sistem pertahanan yang kuat terhadap berbagai jenis penyakit.

Setelah berhasil dengan mengekstraksi antibodi dari burung unta, para ilmuwan membuat filter masker khusus.

Baca juga: Indonesia Negara Peringkat ke-5 Jumlah Terbanyak Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

Sementara, filter masker dapat dikeluarkan dan disemprot dengan pewarna fluoresen yang mengandung antibodi virus corona dari telur burung unta.

Mereka mengatakan, ketika nanti virus Covid-19 terdeteksi maka fi lter akan bersinar saat disinari di bawah sinar ultraviolet.

Uji coba masker deteksi Covid-19 ini dilaksanakan selama sepuluh hari ini mengamati 32 orang yang telah terinfeksi virus corona dengan memberikan masker khusus tersebut.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa semua masker yang dikenakan oleh pasien bersinar di bawah sinar UV dengan kepekatan yang memudar seiring waktu, serta viral load-nya menurun.

Selain itu, mereka juga mendapati fi lter yang dikenakan oleh pasien yang telah terpapar Covid-19 akan bersinar di sekitar bagian hidung dan mulut.

Tim peneliti berharap dapat mengembangkan masker deteksi Covid-19 dari antibodi burung unta ini lebih lanjut, sehingga masker akan bersinar secara otomatis meskipun tanpa adanya pencahayaan khusus saat mendeteksi virus. (kompas. com)

Baca juga: Aceh Terima Bantuan Mesin PCR dan Masker dari BNPB

Baca juga: Pandemi Selanjutnya Lebih Mematikan daripada Covid-19

Baca juga: Dua Orang Baru Tiba di Singapura dari Afrika Selatan Positif Covid-19 Varian Omicron

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved