Senin, 27 April 2026

Tahukah Anda

Kini Miliarder Berlomba-lomba Berwisata ke Luar Angkasa

Jeff Bezos dan Richard Branson menjadi dua miliarder yang mengawali perjalanan wisata luar angkasa di tahun 2021 ini. Wisata luar angkasa ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: BLUE ORIGIN via SPACE
Roket New Shepard yang digunakan dalam misi Blue Origin. Roket ini akhirnya sukses membawa bos Amazon, Jeff Bezos dan tiga warga sipil ke luar angkasa. Ini adalah misi perdana penerbangan wisata luar angkasa. 

PROHABA.CO - Jeff Bezos dan Richard Branson menjadi dua miliarder yang mengawali perjalanan wisata luar angkasa di tahun 2021 ini.

Wisata luar angkasa seakan tak lagi sulit diwujudkan.

Kemajuan dunia sains, terutama kesuksesan manusia menjangkau luar angkasa, mulai semakin menggeliat memasuki akhir tahun 2021.

Sebut saja sederet misi luar angkasa yang telah berhasil dicapai manusia, dari misi robot penjelajah Perseverance NASA yang mendarat di Mars, peluncuran misi untuk menabrak asteroid, penemuan hampir 200 planet baru di luar Tata Surya atau exoplanet, hingga misi para miliarder dunia untuk berwisata ke luar angkasa.

Terkait dengan penerbangan ke luar angkasa sepanjang tahun 2021, pemilik perusahaan roket Blue Origin, Jeff Bezos menjadi salah satu miliarder yang sukses melakukan perjalanan tak biasa tersebut pada Selasa (20/7/2021) lalu.

Jeff melakukan misi ke luar angkasa ini ditemani saudara laki-lakinya, Mark Bezos, pakar penerbangan asal Texas, Wally Fung, serta seorang pelajar berusia 18 tahun asal Belanda, Oliver Daemen.

Wisata luar angkasa yang dilakukan Jeff Bezos dan tiga awak lainnya menggunakan roket New Shepard untuk mencapai ketinggian sekitar 107 km di atas gurun Texas, Amerika Serikat yang berlangsung selama sepuluh menit.

Baca juga: Pesawat Luar Angkasa NASA Berhasil Menyentuh Matahari

Pesawat luar angkasa New Shepard sukses meroket ke atmosfer atas Bumi. Jarak ini disebut lebih jauh dibandingkan penerbangan yang dilakukan Richard Branson menggunakan roket Virgin Galactic sembilan hari sebelum penerbangan Bezos.

Sebab, penerbangan Branson hanya mencapai 88 km di atas permukaan bumi, sehingga tidak melewati garis Karman, batas 100 km di atas permukaan yang menandai tepi luar angkasa.

Bezos mengatakan, Blue Origin berencana untuk lebih sering mengadakan perjalanan ke luar angkasa di masa depan.

Sementara ini, Jeff Bezos mengatakan bahwa Blue Origin memiliki dua peluncur roket New Shepard yang berada di Texas, di mana satu roket untuk penelitian penerbangan kargo dan yang lainnya untuk penerbangan penumpang ke luar angkasa.

“Kami benar-benar ingin berlatih dengan kendaraan ini, jadi kami harus membuat lebih banyak peluncur untuk terbang lebih sering,” ujar Bezos, dilansir dari CNBC, Selasa (20/7/2021).

Selain bos Amazon, Jeff Bezos, miliarder Jepang Yusaku Maezawa, produser video Yozo Hirano serta kosmonaut Rusia, Alexander Misurkin baru-baru ini telah melakukan perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selama 12 hari, sejak 8 Desember 2021.

Melansir BBC, Rabu (8/12/2021) pria yang dinobatkan sebagai orang terkaya oleh Majalah Forbes ini menggunakan roket Rusia untuk membawanya lepas landas dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan.

Baca juga: Tim Luar Angkasa Temukan Rumah Misteri di Bulan

"Orang-orang dapat memiliki harapan dan impian (dengan melihat itu) orang biasa seperti saya dapat pergi ke dunia yang tidak dikenal," kata pengusaha asal Jepang itu.

Sebelum peluncuran, Maezawa menjalani program pelatihan yang sangat ketat seperti tidur di tempat miring, duduk di kursi putar, hingga bermain bulu tangkis dalam waktu lama.

Semua kegiatan tersebut dipublikasikan di media sosialnya.

Tidak tanggung-tanggung, perjalanan luar angkasa Maezawa disebut menelan biaya hingga 88 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,26 triliun.

Koloni Planet Merah

Ambisi menuju luar angkasa tak hanya mulai diwujudkan para miliarder untuk dapat membawa manusia berwisata di luar Bumi.

Pemilik SpaceX, Elon Musk, mulai berambisi menciptakan koloni di Planet Merah.

Roket SpaceX milik Elon Musk diciptakan untuk membangun kota baru dengan membawa hewan dan tumbuhan ke Planet Mars.

Baca juga: Tim Ilmuwan Akan Ungkap Jejak Peradaban Asing di Luar Angkasa, Deteksi Teknologi Alien Hingga UAP

Musk berharap, roket yang telah memenangkan kontrak eksklusif dari lembaga pemerintah Amerika Serikat untuk melakukan peluncuran sendiri itu dapat menyentuh Mars lima tahun mendatang.

SpaceX juga tercatat telah membawa kargo dan astronaut ke ISS bagi NASA.

"Hal besar berikutnya adalah membangun kota mandiri di Mars dan membawa hewan serta makhluk Bumi ke sana.

Seperti bahtera Nuh yang futuristik.

Namun, kami akan membawa lebih dari dua sebab agak aneh jika hanya ada dua," papar Musk dalam keterangannya.

Akan tetapi, profesor di Arizona State University, Greg Autry mengatakan bahwa roket milik Musk mungkin tidak akan mencapai Mars setidaknya hingga tahun 2029, dengan atau tanpa bantuan NASA.

Sementara itu, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional PBB tetap mengawasi kebijakan untuk memastikan akses yang aman, terjamin, efektif, dan adil dalam rangka perjalanan ke luar angkasa. (kompas.com)

Baca juga: Empat Warga Sipil Lakukan Wisata Luar Angkasa Pertama

Baca juga: Tiap 25 Menit Satu Ibu Rumah Tangga di India Bunuh Diri

Baca juga: Hiu Tertua di Dunia, Usianya Capai 5 Abad

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved