Breaking News:

Penderitanya Bergejala Ringan, Tapi Omicron Tetap Perlu Diwaspadai

Hal itu karena varian ini memiliki sifat yang jauh lebih cepat dan mudah menular dibandingkan varian pendahulunya, termasuk Delta.

Editor: IKL
AFP/OSWALDO RIVAS
Seorang wanita menempelkan kata "Omicron" pada boneka buatan tangan bergambar varian Covid-19 Omicron di Managua, pada 27 Desember 2021. - Boneka-boneka tersebut dibakar pada tengah malam pada 31 Desember sebagai tradisi mengucapkan selamat tinggal pada tahun tua dan menyambut tahun baru. (Photo by OSWALDO RIVAS / AFP) 

PROHABA.CO, JAKARTA - Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan bahwa meskipun varian baru virus corona (Covid-19) Omicron hanya menimbulkan gejala ringan pada penderitanya, namun tetap harus diwaspadai.

Hal itu karena varian ini memiliki sifat yang jauh lebih cepat dan mudah menular dibandingkan varian pendahulunya, termasuk Delta.

Ia menegaskan bahwa penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk tetap memperketat aturan terkait penanganan Covid-19 demi menekan penularannya.

Terlebih saat ini masih ada varian Delta yang diketahui bersifat mematikan, sehingga ini tentu harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak.

Baca juga: Situasi Pandemi Saat Ini Disebut Terkendali, Akankah Indonesia Beralih ke Endemi?

Baca juga: ASN Pemerintah Aceh Dilarang Cuti dan keluar Daerah Selama libur Nataru

"Satu hal yang harus juga diingat bahwa kalau kita ini nggak waspada, tidak mengendalikan Delta dan Omicron ini dengan baik, kita nantinya akan membiarkan terjadinya infeksi yang merajalela, baik karena Delta maupun Omicron," kata Dicky, dalam pesan singkatnya kepada Tribunnews, Rabu (29/12/2021).

Saat varian Delta masih menyebar dan ditambah munculnya Omicron, kata dia, tentu akan menciptakan penyakit yang lebih parah bagi kelompok yang berisiko seperti kelompok lanjut usia (lansia) maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Hal inilah yang terjadi di beberapa negara di Eropa serta Amerika Serikat (AS).

"Sehingga pada gilirannya, ya sama seperti di negara-negara Eropa dan Amerika, ini akan menimpa kelompok yang rawan," jelaa Dicky.

Bahkan kasusnya bisa menimbulkan kematian, meskipun angkanya diprediksi tidak akan sebanyak varian Delta yang diketahui sangat mematikan.

"Ini akan banyak yang sakit juga pada gilirannya atau yang meninggal juga akan ada, walaupun tidak sebanyak Delta," pungkas Dicky.

Varian Omicron kali pertama diidentifikasi di Afrika Selatan pada awal November lalu, kemudian negara itu melaporkan varian ini ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selanjutnya, WHO menamakan varian ini sebagai Omicron dan memasukkannya ke dalam kategori varian yang menjadi perhatian atau Variant of Concern (VoC).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penderitanya Bergejala Ringan, Tapi Omicron Tetap Perlu Diwaspadai

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved