Breaking News:

Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati, Pesantrennya Juga Diminta Bubarkan

Jaksa penuntut umum (JPU) kasus pemerkosaan 12 santri di Bandung dengan terdakwa Herry Wirawan meminta majelis hakim untuk membekukan yayasan ...

Editor: Muliadi Gani
Foto: Ist/Tribunjabar
Foto: Ist/Tribunjabar Herry Wirawan, guru pesantren di Bandung yang merudapaksa 12 santriwatinya hingga melahirkan 8 bayi. Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati dan Kebiri Kimia hingga Bayar Denda Rp 500 Juta. 

PROHABA.CO, BANDUNG - Jaksa penuntut umum (JPU) kasus pemerkosaan 12 santri di Bandung dengan terdakwa Herry Wirawan meminta majelis hakim untuk membekukan yayasan pondok pesantren dan sekolah yang didirikan terdakwa.

JPU Asep N Mulyana yang juga Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat meminta majelis hakim memberikan hukuman mati terhadap terdakwa pemerkosa belasan santri tersebut serta hukuman kebiri kimia.

Selain itu, terdakwa wajib membayar ganti rugi atau restitusi terhadap korban senilai Rp330 juta.

Tak hanya itu, Asep bersama tim JPU meminta majelis hakim untuk memberikan hukuman pencabutan Yayasan Pondok Pesantren Manarul Huda dan Madani Boarding School yang menjadi lokasi pemerkosaan korban para santri di bawah umur sejak 2016 hingga 2021.

"Kami meminta hakim untuk membekukan, mencabut, dan membubarkan yayasan yatim piatu Manarul Huda, kemudian Madani Boarding School, Pondok Pesantren Tafsir Madani," kata Asep seusai persidangan di Pengadilan Negeri Kelas IA Bandung, Selasa (11/1/2022) siang.

Tak ada hal meringankan

JPU juga meminta majelis hakim merampas harta kekayaan aset terdakwa baik berupa tanah dan bangunan, pondok pesantren dan aset kekayaan lainnya, baik yang sudah disita maupun yang belum untuk dilelang.

Hasilnya diserahkan kepada negara melalui Pemerintah Provinsi Jabar.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Guru Rudapaksa Santri, Istri Herry Tahu Aksi Bejat Suami

"Selanjutnya (hasil lelang) digunakan untuk biaya sekolah anak-anak dan bayi-bayinya dan kehidupan kelangsungan hidup daripada mereka," ucap Asep.

Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, jaksa tidak menemukan hal-hal yang meringankan terdakwa.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved