Tahukah Anda
Misi Luar Angkasa Cina Klaim Temukan Kandungan Air di Bulan
Cina mengeklaim misi pesawat luar angkasa Chang'E-5 berhasil menemukan bukti keberadaan air di Bulan ...
PROHABA.CO - Cina mengeklaim misi pesawat luar angkasa Chang'E-5 berhasil menemukan bukti keberadaan air di Bulan.
Misi eksplorasi tanpa awak itu tidak hanya mengumpulkan sampel material Bulan, tetapi juga mendeteksi adanya air dalam data spektral reflektansi dari permukaan Bulan.
Misi Chang'E-5 membuktikan adanya 120 parts per million (ppm) air seperti hidroksil atau H2O pada regolith Bulan di Northern Oceanus Procellarum, tempat pesawat ruang angkasa itu mendarat.
Menariknya, berdasarkan analisis pengukuran Chang'E-5, dari sebuah batu di sekitarnya menunjukkan kandungan air yang lebih tinggi, sekitar 180 ppm.
Batu ini dikatakan peneliti mungkin membuktikan ada sumber air tambahan di permukaan Bulan.
Baca juga: Kini Miliarder Berlomba-lomba Berwisata ke Luar Angkasa
"Masih belum jelas apakah air yang kami deteksi adalah hidroksil atau air molekuler," tulis mereka dalam laporan temuan kandungan air dalam misi eksplorasi Bulan Chang'e yang dilakukan Badan Antariksa Cina.
Studi yang telah dipublikasikan di Science Advances pada 7 Januari 2022 ini dipimpin Profesor Lin Yangting dan Lin Honglei dari Institute of Geology and Geophysics di Chinese Academy of Sciences.
Mereka bekerja sama dengan beberapa ilmuwan dari National Space Science Center of CAS, University of Hawaii, Shanghai Institute of Technical Physics of CAS, serta Nanjing University.
Melansir Science Alert, Selasa (11/1/2022) tim peneliti dalam misi Cina di Bulan mengungkapkan bahwa kandungan air di bulan itu sebagian besar terkait dengan implantasi angin matahari.
Di samping itu, penemuan baru ini mendukung penelitian yang menyebut bahwa Bulan mungkin memiliki kandungan air yang melimpah.
Pasalnya, bukti keberadaan air di Bulan pun pernah ditemukan, tapi riset tersebut masih perlu dikaji lebih dalam apakah air tersebut berasal dari pesawat ruang angkasa yang lewat atau faktor lainnya.
Baca juga: Pesawat Luar Angkasa NASA Berhasil Menyentuh Matahari
Akan tetapi, penelitian itu dilakukan secara tidak langsung, sementara data dari Chang'E-5 didapatkan secara langsung di lokasi.
Untuk diketahui, Chang'E-5 membawa pulang sampel seberat 1.731 gram ke Bumi.
Sebelum sampai ke Bumi, Lunar Mineralogical Spectrometer (LMS) yang ada di Chang'E-5 melakukan uji spektral reflektansi pada sampel itu.
Hal ini belum pernah dilakukan untuk mempelajari air di Bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Pesawat-ruang-angkasa-Cina-Change-5-kembali-ke-Bulan.jpg)