Internasional

Banjir dan Longsor Brasil, 136 Tewas dan 218 Hilang

Upaya pencarian korban banjir bandang dan longsor Brasil masih berlangsung hingga Jumat (18/2), untuk orang-orang yang terkubur oleh banjir lumpur ...

Editor: Muliadi Gani
AP PHOTO/SILVIA IZQUIERDO
Seorang pekerja penyelamat beristirahat pada hari kedua upaya penyelamatan setelah tanah longsor mematikan di Petropolis, Brasil, Kamis, 17 Februari 2022. 

PROHABA.CO, PETROPOLIS - Upaya pencarian korban banjir bandang dan longsor Brasil masih berlangsung hingga Jumat (18/2), untuk orang-orang yang terkubur oleh banjir lumpur yang menyapu kota Petropoli.

Sebanyak 136 jenazah telah diridentifikasi hingga saat ini, menurut pejabat pertahanan sipil, di kota wisata yang biasanya indah, sekitar 60 kilometer (37 mil) utara Rio de Janeiro.

Namun setelah tiga hari, harapan untuk menemukan lebih banyak korban selamat memudar.

Wali Kota Petropolis Rubens Bomtempo mengatakan pada konferensi pers Jumat (18/2) malam bahwa "sulit setelah sekian lama" untuk menemukan orang yang masih hidup.

Pada Selasa (15/2), jalan-jalan kota berubah menjadi sungai lumpur yang deras yang menyapu rumah, mobil, dan pepohonan, setelah hujan lebat yang melanda wilayah itu sejak 1932, kata gubernur Rio Claudio Castro.

"Kami melihat kehancuran yang sangat besar, seperti adegan perang," kata Bolsonaro kepada wartawan setelah helikopternya terbang di lokasi bencana alam Jumat (18/2) sebagaimana dilansir AFP.

Dia langsung menuju Petropolis sekembalinya ke Brasil setelah kunjungan resmi ke Rusia dan Hongaria.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Kota Petropolis di Brasil, 78 Tewas

Para pejabat mengatakan Jumat (18/2) malam bahwa 218 orang masih hilang, beberapa di antaranya kemungkinan termasuk di antara 57 mayat yang masih belum teridentifikasi, menurut pihak berwenang.

Pada Jumat (18/2) pagi, bel alarm berbunyi sekali lagi di daerah-daerah berisiko tinggi tanah longsor di kota berpenduduk 300.000 orang itu.

"Risiko longsor. hati-hati, pindah ke tempat yang aman," demikian pesan melalui pengeras suara di tengah hujan deras yang terus mengguyur dini hari, yang kemudian reda.

"Semua orang sangat ketakutan dan melompat karena suara sekecil apa pun," kata Atenor Alves de Alcantara, seorang pensiunan berusia 67 tahun yang rumahnya berada di jalur air.

"Bagus kalau Presiden mengunjungi kita, tapi itu tidak akan mengubah apapun," tambahnya.

Merasa diabaikan

Lebih dari 500 petugas pemadam kebakaran dengan helikopter, mesin penggalian dan anjing pelacak melanjutkan pencarian, bahkan ketika harapan menemukan orang hidup semakin menipis.

Baca juga: Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Rio de Janeiro Brasil, 94 Orang Tewas 

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved