Sabtu, 6 Juni 2026

Internasional

Ketika Anak-anak Harus Jadi Korban Perang Rusia-Ukraina

Jumlah warga sipil yang tewas dalam invasi Rusia ke Ukraina terus meningkat setiap harinya. Hingga hari keempat invasi atau Minggu (27/2), ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
AP PHOTO/MASANOBU KUMAGAI
Orang-orang termasuk orang Rusia yang tinggal di Jepang mengangkat plakat untuk memprotes invasi Rusia ke Ukraina, di distrik Shinjuku Tokyo, Jepang, Sabtu, 26 Februari 2022. 

Tapi, kisah mereka sungguh sama-sama menyedihkan.

Seorang anak laki-laki juga ditemukan tewas ketika sebuah gedung apartemen di bagian timur laut Ukraina dihantam artileri pada hari kedua invasi Rusia.

Ledakan itu memicu kebakaran di beberapa apartemen lainnya di Chuhuiv, dekat Kota Kharkiv.

Kisah lainnya, lima orang dari satu keluarga tewas di bagian selatan Ukraina pada hari pertama invasi.

Saat itu pasukan Rusia bergerak ke Kota Kherson dari Crimea yang direbut dari Ukraina delapan tahun lalu.

Rincian mengenai serangan itu pertama kali diungkap Kepala Polisi Lalu Lintas Ukraina, Yevhen Zhukov, yang mengatakan itu melibatkan keluarga seorang rekan polisi.

Keadaanya tidak jelas, tapi keluarga tersebut dilaporkan tengah berupaya kabur dari serangan Rusia dengan menggunakan dua mobil ketika mereka diserang di dekat Kota Nova Kakhovka di pinggiran Kherson.

Baca juga: BWF Tegaskan Seluruh Atlet Rusia Tak Akan Tampil di Semua Turnamen Badminton

Tapi, militer Rusia melepaskan tembakan yang menewaskan dua anak, ibu mereka, serta kakek dan nenek mereka yang berusia 56 tahun.

Kedua bocah itu adalah Sofia yang berusia 6 tahun dan adiknya, Ivan, yang baru berusia beberapa pekan.

Lebih dari 450 km (280) dari lokasi itu, dua desa di Ukraina tenggara yang berada tak jauh dari perbatasan Rusia mengalami tragedi ganda.

Di sana terdapat komunitas etnis Yunani yang telah bermukim di Ukraina sejak lama.

Pemerintah Yunani mengatakan komunitas tersebut terdiri dari sekitar 150.000 orang.

Saat Rusia melancarkan serangan udara, dua desa tersebut dihantam.

Satu desa bernama Sartana di pinggiran Mariupol dan satu desa lainnya bernama Buhas yang terletak sejauh 65 km di utara.

Akibat gempuran itu, sebanyak 10 warga sipil keturunan Yunani tewas.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved