Jumat, 5 Juni 2026

Internasional

Serangan Rusia ke Ukraina, 350 Tewas, 2.000 Luka dan 836 Ribu Mengungsi

Pada hari ketujuh invasi Rusia, orang-orang Ukraina dibombardir besar-besaran di daerah permukiman dan setidaknya dua kota utama, Mariupol dan Kharkiv

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
AP PHOTO
Penumpang bergegas naik kereta yang berangkat ke Slovakia dari stasiun kereta api Lviv, di Lviv, Ukraina Barat, Rabu, 2 Maret 2022 

Kota pelabuhan Mariupol yang strategis dan penting di Laut Azov juga dilaporkan dikelilingi oleh pasukan Rusia.

Baca juga: RUSIA vs UKRAINA : Akibat Serangan Rusia Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terbesar Ukraina Terbakar

“Kami bahkan tidak bisa membawa yang terluka dari jalanan, dari apartemen, karena penembakan tidak berhenti,” kata wali kotanya.

Dia mengatakan, ratusan orang di satu distrik perumahan dikhawatirkan tewas, termasuk ayah Orlov sendiri, yang tinggal di daerah itu dan tidak terdengar kabarnya sejak serangan itu.

Pasukan terjun payung Rusia bergerak

Pasukan Ukraina mengatakan, pasukan terjun payung Rusia telah mendarat di Kharkiv, kota kedua Ukraina, dan terjadi pertempuran jalanan di pinggiran.

Kepala keamanan mengatakan, hal itu terjadi pada pukul 03.00 pagi, menyusul beberapa hari pengeboman yang telah menewaskan atau melukai puluhan warga sipil.

Empat orang lagi tewas pada Rabu (2/3), kata pihak berwenang setempat, seraya menambahkan bahwa kota itu masih di bawah kendali mereka.

Baca juga: Ketika Anak-anak Harus Jadi Korban Perang Rusia-Ukraina

Pemberitaan di TV Rusia

Saat layar kita dipenuhi dengan kengerian ledakan keras dan mengebom blok apartemen, apa yang dilihat pemirsa TV Rusia tentang perang?

BBC Monitoring memantau beberapa stasiun TV utama negara itu dan menemukan bahwa fokus besar hanya pada peristiwa di wilayah Donbas timur, di mana separatis yang didukung Moskwa merebut wilayah pada 2014 dan kini telah meluncurkan serangan lebih lanjut.

Sejumlah media Rusia juga menuduh Ukraina melakukan kejahatan perang, mengatakan bahwa mereka menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia dan berfokus pada keberhasilan militer Rusia di lapangan.

Perundingan lanjutan tersendat Pembicaraan putaran kedua dilaporkan akan berlangsung pada Kamis (3/3).

Seorang perunding Rusia mengatakan, gencatan senjata ada dalam agenda, tetapi Ukraina mengatakan bahwa tuntutan Moskwa tidak dapat diterima dan Rusia harus berhenti mengebom kota-kota Ukraina sebelum kemajuan dapat diharapkan.(kompas.com)

Baca juga: BWF Tegaskan Seluruh Atlet Rusia Tak Akan Tampil di Semua Turnamen Badminton

Baca juga: Video Petani Ukraina Nekat Curi Tank Rusia, Sampai Dikejar-Kejar, VIRAL di Media Sosial

Baca juga: Oleg Luzhny Mantan Bek Arsenal Rela Cuti dari Kepelatihan Demi Membela Ukraina dari Serangan Rusia

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved