Rabu, 22 April 2026

Internasional

Moskwa Duduki PLTN Zaporozhzhia, Harga Roti Naik

Serangan Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari telah memasuki hari kesembilan pada Jumat (4/3). Pada hari kesembilan, pasukan Rusia ...

Editor: Muliadi Gani
AFP/EMMANUEL DUPARCQ
Seorang pria Ukraina berdiri di puing-puing di Zhytomyr Rabu (2/3/2022), setelah pemboman Rusia sehari sebelumnya. Penembakan itu menewaskan sedikitnya 3 orang dan melukai hampir 20 orang menurut penduduk setempat dan otoritas setempat, menghancurkan pasar lokal dan sedikitnya 10 rumah pada Selasa (1/3/2022). 

PROHABA.CO, KIEV - Serangan Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari telah memasuki hari kesembilan pada Jumat (4/3).

Pada hari kesembilan, pasukan Rusia dilaporkan menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporozhzhia kemudian mendudukinya.

Pasukan Rusia juga membombardir ibu kota Ukraina, Kiev, dan mengepung beberapa kota lain.

Dilansir Reuters, Sabtu (5/3), berikut rangkuman invasi Rusia ke Ukraina hari kesembilan.

Tidak ada kerusakan pada reaktor Menurut kepala nuklir PBB Rafael Grossi, PLTN Zaporozhzhia tidak rusak setelah diserang proyektil dari Rusia.

Sementara Moskwa menyalahkan penyabot Ukraina atas serangan itu. Kota Mariupol tidak mendapat air dan pemanas Pelabuhan Mariupol di Laut Hitam timur tidak mendapatkan air, pemanas, serta makanan karena invasi Rusia.

Baca juga: Presiden Amerika Serikat Mengumumkan akan Menghentikan Impor SDA dari Rusia

Wali Kota Mariupol lantas meminta bantuan militer.

“Kami dihancurkan,” katanya.

Zona larangan terbang di atas Ukraina NATO menolak seruan Ukraina untuk membantunya melindungi langitnya dari rudal dan pesawat tempur Rusia.

NATO mengatakan, zona larangan terbang di atas Ukraina hanya akan mengarah pada perang yang lebih brutal.

"Kami bukan bagian dari konflik ini," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.

Pejabat pertahanan AS mengatakan, jumlah pesawat militer Ukraina masih cukup banyak setelah invasi Rusia berlangsung selama sembilan hari.

Baca juga: Demo Tolak Serbu Ukraina, 4.366 Warga Rusia Ditahan

BBC menyetop pemberitaan di Rusia

BBC Inggris berhenti melakukan pelaporan di Rusia setelah parlemen Rusia mengesahkan undang-undang terbaru yang membatasi pergerakan media.

Dalam undang-undang terbari tersebut, Rusia akan menjatuhkan hukuman penjara hingga 15 tahun bagi siapa pun yang ditemukan dengan sengaja menyebarkan berita "palsu".

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved