Virus Corona

Masih Pandemi Covid-19, Epidemolog Minta Pemerintah Tak Anjurkan Masyarakat untuk Mudik Tahun Ini

Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko meminta pemerintah agar tidak menganjurkan masyarakat untuk mudik Lebaran tahun ini.

Editor: IKL
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
ILUSTRASI: Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, jelang Lebaran, tahun lalu. Setelah melarang mudik, pemerintah kini membolehkan lagi mudik bagi orang yang memenuhi syarat-syarat tertentu. 

Mulai dari angka 30 ribu, 20 ribu hingga belasan ribu kasus.

Pada Sabtu (12/3/2022) kemarin, tercatat kasus harian Covid-19 di angka 14.900 pasien.

Sementara pada hari ini, Minggu (13/3/2022) kasus harian Covid-19 kembali turun di angka 11.585 pasien.

Meskipun tren kasus harian terus turun, angka kematian akibat Covid-19 masih naik turun alias fluktuatif.

Jumlah kasus kematian akibat Covid-19 dalam enam hari terakhir berada di angka ratusan jiwa.

Baca juga: Tren Covid-19 Menurun, MUI Izinkan Shaf Shalat Kembali Rapat Tanpa Jarak

Berikut tren laju kasus Covid-19 di Indonesia dalam enam hari terakhir menurut data BNPB:

1. Data per Selasa (8/3/2022)

Kasus harian Covid-19: 30.148 pasien.

Angka kasus aktif: 25.381 kasus.

Pasien yang sembuh: 55.128 orang.

Pasien meninggal akibat Corona: 401 jiwa.

2. Data per Rabu (9/3/2022)

Kasus harian Covid-19: 26.336 pasien.

Angka kasus aktif: 5.673 kasus.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved