Rabu, 8 April 2026

Tahukah Anda

Pasien Delta Empat Kali Lebih Berisiko Meninggal Dibanding Terpapar Omicron

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya sudah melakukan penelitian terhadap beberapa pasien Covid-19 yang meninggal di rumah sakit

Editor: Muliadi Gani
AFP/JUSTIN TALLIS
LONDON - Foto Ilustrasi ini diambil di London pada 02 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar yang menampilkan kata 'Omicron', nama varian baru covid 19. - Omicron telah menjadi jenis virus corona utama di Prancis di mana jumlah infeksi telah mengalami peningkatan besar dalam beberapa hari terakhir, kata badan kesehatan masyarakat negara itu. "62,4 persen tes menunjukkan profil yang kompatibel dengan varian Omicron" pada awal minggu ini, dibandingkan dengan 15 persen pada minggu sebelumnya, kata agensi tersebut. 

PROHABA.CO, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya sudah melakukan penelitian terhadap beberapa pasien Covid-19 yang meninggal di rumah sakit.

Ia mengatakan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien Covid-19 yang terpapar varian Delta empat kali lebih berisiko meninggal dunia dibandingkan terpapar varian Omicron.

“Kita sudah mengamati bahwa pasien Covid-19 yang terkena varian Delta memiliki risiko empat kali lebih tinggi untuk meninggal dibanding pasien Omicron,” kata Budi dalam konferensi pers secara virtual terkait hasil ratas evaluasi PPKM, Senin (14/3/2022).

Baca juga: Ilmuwan Temukan Bukti Adanya Gabungan Varian Delta dan Omicron

Budi mengatakan,salah satu langkah untukmengurangi pasienCovid-19 dirawat di rumah sakit dan meninggal dunia adalah dengan meningkatkan cakupan vaksinasi, terutama bagi kelompok lansia usia di atas 60 tahun.

Ia meminta masyarakat meyakinkanpara lansia untukmau divaksinasi dosislengkap dan booster.

“Karena sudah terbukti mereka (lansia) adalah orang-orang atau segmen populasi untuk sangat rawan untuk masuk ke rumah sakit dan untuk meninggal,” ujarnya.

Baca juga: Dosis Ketiga Moderna Hasilkan Antibodi 1,5 Kali Lebih Banyak daripada Vaksinasi Pfizer

Lebih lanjut, Budi mengatakan, masyarakat yangmenerima dosis pertama vaksin Sinovac tapi sudah melewati jadwal dosis vaksin kedua selama tiga bulan, bisa mendapatkan vaksin dosis kedua menggunakan jenis vaksin yang tersedia.

“Sekali lagi, kecepatanvaksin akan sangat menentukan perawatandi rumah sakit dan yang wafat.

Oleh karena itu, tolong segera divaksinasi, baik itu vaksinasi pertama, vaksinasi kedua, vaksinasi ketiga tanpa memilih jenis vaksinnya,” ucap dia. (Kompas. com)

Baca juga: Ada Negara Rekomendasikan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat

Baca juga: Varian Omicron Berkembang 70 Kali Lebih Cepat daripada Delta

Baca juga: Ada Tiga Gejala Baru yang Dilaporkan Pasien Omicron

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved