Sabtu, 25 April 2026

Internasional

Biden Sebut Putin Penjahat Perang, Kremlin Beberkan Borok Amerika

Kremlin marah setelah Presiden AS Joe Biden menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai penjahat perang. Pernyataan Biden tersebut merupakan ...

Editor: Muliadi Gani
AP
Presiden AS Joe BIden dan Presiden Rusia Vladimir Putin 

PROHABA.CO, MOSKWA - Kremlin marah setelah Presiden AS Joe Biden menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai penjahat perang.

Pernyataan Biden tersebut merupakan kecaman paling keras dari pejabat AS mana pun sejak perang di Ukraina dimulai tiga pekan lalu.

“Saya pikir dia adalah penjahat perang,” kata Biden menjawab pertanyaan wartawan setelah memberikan pidato di Gedung Putih, sebagaimana dilansir CNN, Rabu (16/3/2022).

Biden menyampaikan kecaman keras tersebut setelah Presiden Ukraina Volo-dymyr Zelensky berpidato di depan Kongres AS melalui virtual.

Kremlin dengan cepat menyerang balik melalu Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, sebagaimana dilansir CGTN.

Baca juga: Presiden Amerika Serikat Mengumumkan akan Menghentikan Impor SDA dari Rusia

“Kami percaya retorika seperti itu tidak dapat diterima dan tidak dapat dimaafkan dari pihak kepala negara, yang bomnya telah menewaskan ratusan ribu orang di seluruh dunia,” kata Peskov kepada Kantor Berita Negara Rusia TASS.

Rusia melancarkan invasinya di Ukraina sejak 24 Februari hingga saat ini. Putin menyebut invasi tersebut sebagai mengumumkan operasi militer khusus.

Sejak invasi dimulai, Rusia dan Ukraina telah mengadakan empat putaran pembicaraan damai dan pertemuan antara menteri luar negeri.

Pada Rabu, Zelensky mengatakan bahwa negosiasi menjadi lebih realistis.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan proposal yang sedang dibahas mendekati kesepakatan.

Baca juga: Putin Izinkan 16.000 Relawan dari Timur Tengah Ikut Perang

Namun, pertempuran terus berlanjut di berbagai bagian Ukraina, seperti daerah dekat Kyiv dan kota selatan Mariupol.

Dalam pidato virtual kepada Kongres AS pada Rabu, Zelensky kembali meminta Washington DC untuk memberlakukan zona larangan terbang di Ukraina.

Sementara itu, Rusia pada Selasa (15/3/2022) mengumumkan bahwa mereka akan menjatuhkan sanksi kepada Biden dan sejumlah pejabat senior AS lainnya termasuk Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken,

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, dan Kepala Staf Gabungan AS Mark Milley.

Langkah itu merupakan balasan terhadap sanksi AS yang dijatuhkan kepada sejumlah pejabat senior Rusia, kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan. (Kompas.com)

Baca juga: Vladimir Putin Tetap Akan Serang Ukraina Meski Bisa Akhiri Perang Rusia, Ini Alasan Dibaliknya

Baca juga: Wanita Pemrotes Invasi Rusia di TV Pemerintah Terancam 15 Tahun Penjara

Baca juga: Wali Kota Melitopol Akhirnya Dibebaskan Setelah Sepekan Diculik Pasukan Rusia

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved